Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Karet Basah di Kalimantan Selatan Masih Sekitar Rp 13 ribu Per Kilogram

Harga karet basah di Kalsel, setelah panen dari petani di pabrikan dengan K3 53 persen- 55 persen, harganya Rp 11.395- Rp 11.825.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Petani karet di Desa Sido Makmur saat memeriksa kondisi kebunnya yang diguyur hujan beberapa pekan terakhir, Jumat (17/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel) menginformasikan harga karet di tingkat petani hingga produsen. 

Harga karet pabrikan dengan K3 100 persen dikisar harga kisaran Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu. 

Harga karet kering 15 hari dengan K3, 62 persen hingga 65 persen dengan harga Rp 13.330 hingga  Rp 13.975. 

Harga karet kering 10-15 hari stok gudang dengan K3, 59 persen hingga 61 persen, Rp 12.685 - Rp 13.115. 

Harga karet kering, 3-7 hari stok gudang dengan K3 dengan 56 persen hingga 58 persen dengan harga Rp 12.040 - Rp 12.500.

Baca juga: Bersamaan dengan Vaksinasi, Pasar Murah di Pandawan Kabupaten HST Dipadati Warga

Baca juga: Sebagian Penjual Telur Tutup Toko, Dampak Harga Telur Ayam Rp 30 Ribu di Banjarmasin

Adapun harga karet basah setelah panen dari petani di pabrikan dengan K3 53 persen- 55 persen dengan harga Rp 11.395- Rp 11.825.

Harga karet basah di tingkat petani di pabrikan dengan K3 40 persen sampai 50 persen diangka Rp 8.600 hingga Rp 9.675. Harga ini stabil ditingkat petani dan tinggi. 

Menurut Soleh, salah satu petani karet di Kota Banjarbaru, Rabu (29/12/2021), harga karet memang tinggi. "Tembus sekitar Rp 13.000 per kilogram di sini ," sebutnya. 

Dijelaskan Soleh, Harga itu paling rendah. "Ada yang lebih mahal lagi, tapi tingkat kering nya lebih baik," kata Soleh. 

Sementara itu, menurut Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia ( Gapkindo  ), Hasan Yuniar, harga karet stabil. Minimal di kisaran Rp 10 ribu.

Baca juga: Setelah Dua Kali Alami Kenaikan, Harga Minyak Goreng di Kalsel Tak Kunjung Turun

Baca juga: VIDEO Kenaikan Harga Sayur Lokal di Kalsel Bervariasi, Timun dan Terung Melonjak Tertinggi

Dia memperkirakan bahwa harga tinggi tersebut tetap stabil terlebih gelaran moto GP di Mandalika dimulai.

"Hal ini karena pasti akan pengaruh dengan pembelian karet karena ban yang akan digunakan. Pasti akan berpengaruh. berapa persennya ya akan diketahui nanti," kata dia. 

Beragam hal jadi pemicu kenaikan harga karet saat ini. Di antaranya, mulai membaiknya ekonomi dunia yang mendorong perbaikan sales otomotif.

Berkurangnya pasokan karet dunia akibat penyakit gugur daun dan serangan penyakit bercak daun (pestalotiopsis), spekulan karet serta pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan (aspal karet).

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved