Ekonomi dan Bisnis
Stok LPG Nasional dan Kalimantan Aman, Pertamina Siaga 24 Jam
Selama perayaan tahun baru konsumsi LPG diperkirakan naik 3 persen dari rata-rata normal harian. Untuk itu Pertamina telah siapkan stok yang aman.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebiasaan, konsumsi LPG meningkat di momen akhir tahun.
Untuk itu, Pertamina memastikan stok aman dalam level nasional. Baik LPG PSO maupun Non PSO.
Selain itu, Pertamina juga telah menyiagakan seluruh rantai distribusi LPG di seluruh wilayah Indonesia untuk siaga 24 jam.
Vice President Corporate Communication, Pertamina Fajriyah Usman, dalam riilisnya, Rabu (29/12/2021) mengatakan, stok LPG nasional berada pada angka 16 hari. Ini di atas standar yang ditetapkan yakni 11 hari.
“Selama perayaan tahun baru konsumsi LPG diperkirakan naik sekitar 3 persen dari rata-rata normal harian. Untuk itu Pertamina telah menyiapkan stok yang aman untuk memenuhi keperluan masyarakat,” ujar Fajriyah.
Baca juga: Harga Karet Basah di Kalimantan Selatan Masih Sekitar Rp 13 ribu Per Kilogram
Baca juga: Bersamaan dengan Vaksinasi, Pasar Murah di Pandawan Kabupaten HST Dipadati Warga
Pertamina, lajutnya, menyiagakan pula Satgas Nataru yang siaga 24 jam untuk melayani permintaan LPG di seluruh wilayah Indonesia.
Menyiagakan 48.207 Agen LPG Siaga dan Outlet LPG. Juga melayani pemesanan LPG secara onlin melalui Pertamina Delivery Service (PDS) 135.
Pelanggan cukup memesan LPG melalui telepon atau WhatsApp, agen akan mengirim ke rumah. Menyediakan pula Program Tukar Tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas.
Untuk mendukung kelancaran distribusi LPG secara nasional, disiapkan 667 SPBBE, 4.152 Agen PSO, 820 Agen NPSO, 188.788 Outlet PSO dan 34.534 Outlet NPSO.
Proses distribusi LPG nasional telah menggunakan teknologi digital yang dapat dimonitor secara realtime melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC).
Baca juga: Sebagian Penjual Telur Tutup Toko, Dampak Harga Telur Ayam Rp 30 Ribu di Banjarmasin
Baca juga: Setelah Dua Kali Alami Kenaikan, Harga Minyak Goreng di Kalsel Tak Kunjung Turun
“Pertamina bisa dengan cepat mengantisipasi lonjakan permintaan LPG di suatu wilayah sehingga bisa mencegah terjadinya kelangkaan,” imbuh Fajriyah.
Memang terjadi peningkatan konsumsi LPG rumah tangga pada Nataru 2022. Karena itu telah diantisipasi dengan meningkatkan stok 5,8 persen dari rata-rata normal bulanan.
Atau, sekitar 1.378 Metrik Ton dari konsumsi normal bulanan yaitu 1.302 Metrik Ton untuk wilayah Kalimantan.
(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/petugas-lpg-memeriksa-stok-rabu-29122021.jpg)