Berita HST

Heboh Jembatan Siring Joewita-Hevea di HST ‘Lenyap’, BPPW Kalsel Sebut Dibangun Ulang   

Jembatan besi penghubung Taman Siring Joewita ke Siring Hevea Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah "lenyap"

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Tangga jembatan besi merah yang tersisa di Taman Siring Joewita, dan tanda keterangan bahwa jembatan terhubung ke siring di Hevea tersebut sedang dalam perbaikan, Rabu (5/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Jembatan besi penghubung Taman Siring Joewita ke Siring Hevea Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih ramai diperbicangkan.

Meski sudah diberi keterangan jembatan masih dalam perbaikan, di sekitar taman siring tersebut, warga menggunakan istilah lenyap. Sebab, yang tersisa dari bangunan hanya tangga tempat menaiki jembatan.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Rabu (5/1/2022), area yang dulunya menjadi tempat diletakkan bangunan jembatan diberi garis kuning.

Mengenai dicopotnya seluruh konstruksi bangunan tersebut, pihak Dinas PUPR HST sendiri menyatakan belum memperoleh informasi terkait hal tersebut.

Baca juga: Jembatan Merah Siring Joewita Terputus, Sekda HST Sebut Sedang Perbaikan oleh Pemprov Kalsel  

Baca juga: Diterjang Pasang Air Laut, Jembatan di Tabunganen Batola Rusak Parah, Warga Menyeberang Pakai Getek

“Informasi yang kami peroleh, masih dalam masa pemeliharaan.Sekarang dalam perbaikan,”kata Plt Kadis PUPR HST Syahidin.

Sementara, berdasarkan hasil konfirmasi banjarmasinpost.co.id, ke pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalsel, pencopotan jembatan besi yang selama ini menjadi icon di Taman Siring Barabai itu karena sejak diterjang banjir bandang Januari 2021 lalu ada bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

“Setelah kami periksa, dan dilakukan pembongkaran, ada beberapa besi sudah tak layak. Ada pula kondisi yang salah seperti relling pagar, beberapa pipa yang keropos akibat terendam banjir,”kata Wahyudi, Staf Teknis BPPW Kalsel.

Hal itu pula, jelas Wahyudi yang menjadi alasan mengapa jembatan itu harus dibongkar total, untuk segera diperbaiki demi keamanan masyarakat yang melewatinya.

Disebutkan, sebagian besi yang dibongkar dibawa ke pabrikan dan yang masih layak pakai diambil. Sedangkan besi yang sudah keropos diganti semua.

“Beberapa besi yang tak layak pakai ini yang diganti. Yang masih bagus, tetap dipakai,”katanya.

Menurut Wahyudi, pembongkaran dilakukan mulai awal Desember 2021 lalu. Pada saat dibongkar itulah diketahui ada bagian yang tak layak tadi.

“Sekarang masih tahap pabrikasi, target kami selesai 15 sampai 20 Januari 2022 mendatang. Jembatan pengganti akan terpasang lagi dengan model yang sama, “katanya.

Diakui sebelumnya ada bagian yang tidak simetris, sehingga bangunan baru nanti akan lebih kokoh. Diapun mengatakan,  warga HST agar tak khawatir  karena jembatan tersebut tetap dibangun seperti semula.

Selain untuk memenuhi kebutuhan warga juga sebagai icon di atas sungai Barabai.

Mengenai belum diserahkannya jembatan sebagai asset Pemkab HST, menurut Wahyudi jika sudah selesai perbaikan, segera diserahterimakan.

Jembatan Merah dengan konstruksi besi tersebut dibangun awal 2018 (bukan 2015 seperti ditulis sebelumnya).

Baca juga: Akses ke Patikalain Kabupaten HST Dibuka, Warga Senang Punya Jembatan Permanen

Namun, pembangunan kawasan siring sendiri, dimulai 2016 melalui dana APBN. Sebelumnya, anggota DPRD HST Salpia Riduan, melalui edia sosial mempertanyakan masa pemeliharaan yang sudah lewat,karena dibangun sejak tiga tahun lalu.

“Kalau ada teknis pekerjaan yang salah, seharusnya diperbaiki sejak awal diketahui ada kesalahan,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved