Ekonomi dan Bisnis

VIDEO Harga Emas Fluktuatif, Warga Kabupaten HST Masih Minati Inviestasi Logam Mulia

Di pusat perbelajaan Plasa Murakata, Blok pedagang emas Kamis (6/1/2022), rata-rata pedagang membanderol harga Rp 825 per gram.

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah pada 2021 lalu harga emas murni 99 sempat melonjak di kisaran harga Rp 860.000 per gram, harga logam mulia kini mulai stabil.

Harga kini berada di kisaran Rp 825.000 sampai Rp 830.000 per gram.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id di pusat perbelajaan Plasa Murakata, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada blok pedagang emas, Kamis (6/1/2022), rata-rata pedagang membanderol harga Rp 825 per gram.

Meski demikian ada pula yang membanderol Rp 820 ribu serta Rp 830 ribu per gram untuk emas murni. Sedangkan untuk harga emas poles, harga yang dibanderol tergantung jenis.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Harga Emas Batangan di Pegadaian, Emas Antam 1 Gram Kini Rp 977.000

Baca juga: Tertekan Suku Bunga, Harga Emas Hari Ini 5 Januari 2022 Melemah Tiipis

“Kalau jenis 420 harga Rp 420.000, sedangkan jenis 375 harganya Rp 400 ribu per gram,” rinci Ridha, pemilik toko emas Rida Wahyuni yang khsusus menjual perhiasan emas poles.

Mengenai banderol harga emas 99, diakui sejak awal 2022 cukup fluktuatif atau naik turun, berada di kisaran Rp 820 ribu sampai Rp 830 ribu.

“Yang jelas tiap hari berubah-ubah mengikuti kurs dollar Amerika,” ungkap Yulianti, pemilik Toko Mas Putra Daha di daerah yang sama.

Mengenai tingkat pembelian emas 99 oleh masyarakat, diakui masih seimbang dengan warga yang menjual.

Diakui selama pandemi Covid-19 pada 2020 hingga Agustus 2021 adalah masa dimana lebih banyak waarga yang menjual perhiasan emas.

“Sekarang, sudah normal lagi, minat masyarakat berinvestasi perhiasan emas cenderung kembali normal. Meskipun tingkat pembelian tak seramai sebelum masa pandemi,” ungkap Yamin, pemilik toko emas lainnya.

Sementara itu, untuk jenis emas poles, Rida mengakui dalam sepekan terakhir, lebih banyak yang menjual. Harga eas poles sendiri, enurutnya stabil.

“Mungkin karena daya beli masyarakat belum normal, dan masih fokus memenuhi keperluan sembako yang terus mengalami kenaikan,” katanya. 

Warga Banua Anam dikenal senang berinvestasi dengan membeli dan menyimpan emas. Alasannya dikarenakan harga emas jarang anjlok.

“Yang terjadi justru lebih sering harganya naik. Kalau nyimpan uang, ketika nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika merosot, nilai uang kita juga berkurang. Apalagi dibarengi kenaikan harga berbagai jenis barang. Ini beda dengan menyimpan emas,” beber Dessy, warga Barabai.

Baca juga: Viral Kisah Pengantin Wanita Dapat Mahar 1 Kilogram Emas, Ini Sosoknya

Pusat Pertokoan Emas di Plasa Murakata, Barabai, Kabupaten HST, sampai saat ini masih eksis.

Dengan jumlah sekitar 50 unit toko perhiasan  terpusat di plasa tersebut, memudahkan transaksi jual beli emas masyarakat dan pedagang.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved