Berita Banjarmasin

Peranan Bidan dalam Penanganan Stunting yang Jadi Ancaman Bangsa

Di era pemerintahan saat ini, stunting merupakan masalah kesehatan yang diupayakan penurunan angkanya secara serius.

Penulis: Rendy Nicko | Editor: Eka Dinayanti
Bidan Siti Aseanti SST CMBMP untuk BPost
Bidan Siti Aseanti SST CMBMP saat melakukan pemeriksaan anak sekaligus berdialog dengan orangtua sang anak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Stunting menjadi salah satu topik yang menarik perhatian banyak pihak selama beberapa tahun ke belakang.

Di antaranya sejumlah masalah kesehatan di negeri ini, stunting atau kekerdilan mendapat sorotan besar.

Di era pemerintahan saat ini, stunting merupakan masalah kesehatan yang diupayakan penurunan angkanya secara serius.

Kolaborasi pun dilakukan antarkementerian dan lembaga.

"Angka stunting di Indonesia saat ini tergolong masih tinggi.Karena itu, peran tenaga kesehatan seperti bidan sangat penting guna menjaga 1.000 hari pertama kehidupan/HPK (golden age) demi menyelamatkan ibu dan anak serta dapat menentukan masa depan bangsa," ujar Bidan Siti Aseanti SST CMBMP, Jumat (7/1/2022).

Baca juga: Vaksinasi Belum Capai Target, Lurah di Banjarmasin Diminta Bawa Puluhan Lansia

Baca juga: Penipuan di Banjarmasin : Ngaku dari Pembiayaan, Komplotan Penipu Coba Sita Motor Warga Pelambuan

Mahasiswi S2 Terapan Kebidanan Stikes Dharma Husada Bandung ini menjelaskan, stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya,

Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak.

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 27,67 persen.

Stunting juga berdampak pada kerugian ekonomi yang besar, di mana Kementerian Kesehatan Indonesia memperkirakan bahwa prevalensi stunting merugikan negara 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto, atau sekitar Rp 260 – 390 triliun per tahun.

"Berita baiknya, stunting bisa dicegah namun butuh banyak upaya yang harus dilakukan jika ingin mencapai target menurunkan angka stunting di Indonesia dari 27,7 persen pada 2019 menjadi di bawah 20 persen pada 2024," jelas dia.

Bidan Siti Aseanti lebih lanjut menerangkan bahwa pengertian stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata untuk usianya.

Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi kronis berkepanjangan.

Anak Indonesia pada umumnya tidak kekurangan makan, tetapi rendahnya kesadaran akan gizi seimbang mengakibatkan mereka hanya mendapat asupan makanan pokok dengan sedikit protein atau sayuran.

"Banyak orangtua juga tidak memahami pentingnya ASI, sebaliknya mengandalkan susu formula bagi bayi.
Penyebab stunting dimulai saat anak di dalam kandungan karena pola makan ibu yang buruk, tetapi gejalanya biasanya muncul setelah anak berusia sekitar dua tahun, yang ditandai dengan anak tersebut tidak tumbuh secepat yang seharusnya," kata dia.

Di beberapa daerah, kurangnya air bersih untuk sanitasi, kebersihan pribadi, serta akses terbatas ke layanan kesehatan dapat memperburuk masalah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved