Breaking News:

Berita Tapin

Pasca Diguyur Hujan, Akses Jalan Margasari-Marabahan Lumpuh Total

Pasca diguyur hujan, akses jalan Margasari menuju Marabahan Lumpuh total. Jalan rusak berlumpur banyak kendaraan roda empat terjebak

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
Serda Jhony S untuk BPost
Akses Jalan Margasari Menuju Marabahan rusak parah sehingga sulit untuk dilalui, Jumat (14/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pasca diguyur hujan, akses jalan Margasari menuju Marabahan Lumpuh total.

Banyak kendaraan roda dua dan roda empat terjebak dalam kubangan lumpur yang digenangi air, Jumat, (14/1/2022).

Lumpuhnya jalan ini selain diakibatkan karena hujan deras, juga diakibatkan meningkatnya mobiltas dan hilir-mudiknya kendaraan bermuatan hasil panen sawit masyarakat sehingga menghambat penguna jalan lainnya.

Nampak ada beberapa lubang dan genangan lumpur yang terjadi di sepanjang jalan Margasari-Marabahan salah satu nya adalah yang terjadi di Dusun Bakau, bagian dari Desa Margasari Hilir, RT 07, RW 03, Kecamatan Candi Laras Utara.

Baca juga: Soal Ultimatum Penutupan Akses Jalan Marabahan-Margasari, Kades Sungai Puting Berharap Ditangguhkan

Baca juga: Jalan Rusak Dampak Angkutan Bertonase Besar, Warga HSU Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa di DPRD HSU

Baca juga: Pantau Banjir di Daha Selatan, Wabup HSS Sebut Sejumlah Ruas Jalan Rusak Tergerus Air

Jalan Margasari-Marabahan merupakan jalan Nasional dan sebagai jalan Alternatif menuju Kota Banjarmasin dan sebaliknya.

Seorang Sopir Truk Sawit, Ahmad (35) mengatakan biasanya jalan ini bisa di lalui dengan muatan lima Ton apabila tidak hujan, tetapi bila hujan beginilah kondisinya.

"Muatan tiap hari kurang lebih lima ton karena kondisi jalan berlumpur sehingga ban mobil tidak kuat melewati kubangan lumpur ini," ungkapnya.

Ahmad mengatakan buah sawit ini diantar dari Sungai Tampung (Marabahan) yang selanjutnya diteruskan ke Pabrik pengolahan minyak sawit (CPO).

Sementara itu, Babinsa dari Koramil 1010-05/CLU, Serda Jhony S mengatakan sebagai Babinsa, pihaknya mempunyai kewajiban untuk memantau kelancaran penguna jalan khususnya masyarakat umum yang melewati jalan ini.

"Ini bukan jalan khusus untuk para truk pengangkut sawit, jadi para sopir truk angkutan tolong kurangi beban muatan apabila menggunakan jalan ini," tegasnya.

Serda Jhony mengatakan jalan ini merupakan jalan alternatif yang dipakai oleh masyarakat umum jadi perlu dipahami bukan dikhususkan untuk para sopir truk besar pengangkut sawit.

"Kita lihat saja saat ini, musimnya tidak menentu, kadang hujan, kadang panas jadi saya berharap agar masyarakat lebih diutamakan," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa memang saat ini selain kondisi jalan yang belum stabil, proses pengerasan dan pembuatan bahu jalan juga masih dalam pengerjaan.

Baca juga: Lagi, Truk Terjebak di Jalan Rusak Palampitan Hilir Kabupaten HSU

Di tempat terpisah, Danramil 1010-05/CLU, Kapten Inf Budiman mengatakan bahwa karena kondisi jalan yang sangat memperihatinkan, pihaknya mengimbau agar berhati-hati..

"Khusus masyarakat umum yang menggunakan jalan alternatif ini, tetap hati-hati apalagi saat hujan lebat karena kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved