Breaking News:

Kriminalitas HSS

Pencabulan di Kalsel : Gerayangi Tubuh Gadis 14 Tahun Saat Ritual, Guru Ngaji di HSS Jadi Tersangka

Gerayangi Tubuh Gadis 14 Tahun saat melaksanakan ritual pengobatan, Guru Ngaji di HSS Jadi Tersangka

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
Humas Polres HSS untuk BPost
SA (45) seorangGuru Mengaji di Desa Telaga Sili-Sili Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi tersangka pencabulan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Bukannya menjadi contoh yang baik, Guru Mengaji di Desa Telaga Sili-Sili Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan justru menjadi pelaku pencabul. 

Mudusnya, yakni berpura-pura ruqyah kemudian mandi-mandi. Nahas, ia justru menggerayangi tubuh anak di bawah umur saat pelaksanaan ritual mandi-mandi.

SA (45) sudah ditetapkan tersangka dan diamankan di Polres Hulu Sungai Selatan pada 10 Januari lalu. 

Parahnya korbannya anak di bawah umur. Korbannya yakni JM (14) warga Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. 

Baca juga: Pencabulan di Kalbar, Tersangka Perundung Anak di Bawah Umur Diciduk di Pertambangan Emas di Sintang

Baca juga: Dua Orang Korban Pencabulan Datangi Polres HSS Kalsel, Ritual Mandi-Mandi Jadi Modus Pelaku

Kelakuan pelaku sebenarnya sudah dilakukannya pada 2021 lalu. Bahkan, kepada polisi ia mengakui perbuatannya. Bahkan korbannya lebih dari satu orang. Aksi bejat ini dilakukan pada November 2021 siang.

Kasi Humas Polres HSS, Ipda Purwadi membeberkan, pada awalanya korban diruqya oleh pelaku. Setelah proses ruqyah selesai, pelaku berkata kita mandi nah (kita mandi,red). 

Lalu korban berdiri dan menuju kamar mandi bersama dengan pelaku. Sesampainya di kamar mandi pelaku menyerahkan sarung untuk ganti. 

"Pakai tapih ibu," ujar Purwadi menirukan pelaku (pakai sarung punya ibu,red). 

Sambil memberi sarung dalam keadaan basah.

Kemudian anak masuk ke dalam kamar mandi dan melepas semua pakaian yang dikenakan dan mengantinya dengan sarung yang telah di sediakan.

Setelah selesai korban membuka pintu kamar mandi. 

Kemudian, masuk  ke dalam kamar mandi dan menyuruh korban untuk duduk.

Saat itu korban melihat pelaku membawa telepon genggam ditangannya. 

Pelaku meminta korban untuk meluruskan tangan dan menutup mata. 

Setelah itu korban disuruh mengucapkan niat di dalam hati lalu pelaku meminta jangan membuka mata. Karena jika dibuka ritual dianggap gagal dan wajib diulangi. 

Pelaku kemudian menyiram air ke badan korban menggunakan gayung sebanyak tiga kali.

Lalu pelaku memegang sarung yang dikenakan tepat di bagian dada dan membuka ikatan sarung tersebut. Sehingga sarung jatuh sampai ke pinggang. 

Bagian dada, payudara, dan punggung korban terlihat. Korban terkejut dan merasa malu. Sehingga merapatkan kedua lengannya dengan niat agar payudaranya tidak terbuka dan terlihat.

Pelaku kembali menyiram badan korban dari atas kepala sambil  berkata digosok-gosok.

Korban menggosok bagian dada dan lengan menggunakan tangan kanan sambil menutupi payudaranya. 

Setelah korban selesai menggosok, kembali merapatkan lenganya dengan maksud menutupi payudaranya. Namun pelaku berkata buka sambil tangan membuka lengan korban. 

Baca juga: Belum Ada Laporan Resmi, Polisi Bentuk Tim Khusus Selidiki Kasus Pencabulan di Angkinang, HSS

"Sehingga payudara korban terbuka. Selanjutnya  pelaku menggosok dada korban serta bagian payudara sebelah kanan dan kiri sampai ke bawah ketiak kanan dan kiri. Korban  terkejut. Namun tidak kuasa untuk melawan. Pelaku kembali menyiram badan korban sambil tanganya menutup mata korban dan menyiram air beberapa kali ke badan korban. Atas peristiwa tersebut korban merasa malu dan takut, selanjutnya berpamitan pulang," jelasnya. 

Pihak kepolisian juga sudah melakukan gelar perkara dan  telah memenuhi dua alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka. 

"Pelaku mengakui perbuatannya," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved