Breaking News:

Berita Banjarmasin

Waspada Omicron, Disdikbud Provinsi Kalsel Masih Terapkan PTM Terbatas di SMA

Menurut Kadisdikbud Kalsel, M Yusuf Effendi, PTM masih secara terbatas yakni 50 persen dari total kapasitas ruang kelas untuk cegah kemunculan omicron

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Siswa kelas X SMKN 3 Banjarmasin sedang berada di halaman sekolah, saat kegiatan simulasi PTM terbatas, Senin (4/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memulai semester genap tahun ajaran 2021/2022, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menganjurkan sekolah melaksanakan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh.

Namun berbeda halnya dengan SMA/Sederajat yang menjadi satuan pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hingga saat ini, SMA/Sederajat di Kalsel masih melaksanakan PTM secara terbatas, yakni 50 persen dari total kapasitas ruang kelas.

"Saat ini total SMA/Sederajat di Kalsel ada 359, semuanya masih melaksanakan PTM terbatas," kata Kadisdikbud Kalsel H M Yusuf Effendi, Sabtu (15/1/2022).

Baca juga: Pencurian di Banjarmasin, Dinas PUPR Akan Ganti Tutup Drainase yang Lenyap dengan Kayu

Baca juga: Tenggelam di Kolam Tahura Sultan Adam Kalsel, Korban Dketahui Berkunjung Bersama Teman

Dijelaskan, langkah tersebut pihaknya lakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah provinsi dalam mengambil keputusan.

"Memang, sekarang capaian vaksinasi siswa maupun guru sudah memenuhi syarat untuk bisa PTM penuh. Tetapi saat ini ada varian omicron, sehingga kami tunda dulu," ujarnya.

Kemudian, Yusuf juga menerangkan, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan PTM penuh tersebut ditunda.

"Kami lihat dulu perkembangan kasus Covid-19. Walau sampai sekarang omicron belum ada di Kalsel, kami tetap waspada," jelasnya.

Baca juga: Khawatir Timbul Korban, Warga Banjarmasin ini Berinisiatif Tutup Lubang di Trotoar Jalan S Parman

Baca juga: Terpilih Sebagai Ketua PD ABKIN Kalsel, Rudi Haryadi Fokus Bangun Divisi Bimbingan Konseling Sekolah

Bahkan bukan tidak mungkin, ujar Yusuf, bahwa PTM terbatas yang saat ini dilaksanakan bisa dihentikan.

"Bisa saja PTM terbatas kami hentikan, kalau ada siswa atau guru yang terpapar Covid-19. Jadi intinya kalau Kalsel kondusif dan memenuhi persyaratan, maka PTM penuh bisa segera dilaksanakan," terangnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved