Ekonomi dan Bisnis

Jaga Stok Gula, Dinas Perdagangan Kalsel Minta Pedagang Tak Timbun Persediaan

Dinas Perdagangan Kalsel lakukan pertemuan dengan distributor dan pihak terkait gula pasir agar tidak timbun stok supaya masyarakat tidak kesusahan.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/mariana
ILUSTRASI - Proses penimbangan dan pembungkusan gula pasir di distributor di Provinsi Kalimantan Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan mengantisipasi terjadinya kelangkaan gula di pasaran dengan melakukan rapat dengan pihak terkait. 

Tujuannya, menjaga ketersediaan gula pasir di tingkat distributor, ritel modern dan pedagang besar.

Disampaikan Kadis Perdagangan Kalsel, H Birhasani,  Selasa (18/1/2022), perkembangan gula sejak November 2021 terjadi penurunan.

Kemudian, pada minggu ke 2 Januari 2022 ketersediaannya turun drastis hingga sekitar 50 persen.

"Langkah cepat dilakukan, pertama berkoordinasi dengan Direktur Kebutuhan Pokok Kemendag RI. Kemudian melakukan koordinasi dengan prodesen gula dan pabrik gula di beberapa daerah. Hasil koordinasi pun segera dibahas dalam rapat koordinasi," kata Birhasani. 

Baca juga: Tepung Ikuti Kenaikan Harga Gula, Pembuat Kue di Banjarbaru Sebut Berencana Naikkan Harga

Baca juga: Warga Marabahan Membludak Datangi Gerai Vaksinasi, Dapat Gula dan Uang Tunai

Pertemuan dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Reskrimsus/Satgas Pangan Polda Kalsel, Bulog Divre Kalsel, para pelaku usaha Distributor Gula, pimpinan ritel modern, Dinas Ketahanan Pangan dan pihak terkait lainnya.

Terungkap, suplai gula dari luar daerah menurun drastis akibat beberapa pabrik gula tidak berproduksi karena kekurangan bahan baku. Sedangkan bahan baku impor, raw sugar, masih dalam proses impor.

"Stok di produsen dan distributor pun menipis yang berakibat kurangnya pasokan gula di pasaran sehingga mendorong terjadinya kenaikan harga. Kami menyepakati beberapa hal, termasuk distributor gula diminta untuk tetap menjaga stok dan terus berupaya menambah suplai dan  ketersediaan, bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kalsel untuk mencari sumber-sumber pembelian di luar daerah, " sebutnya. 

Selain itu, distributor diminta untuk menghindari terjadinya penimbunan dan monopoli, melakukan distribusi dengan mengutamakan daerah kabupaten/kota di Kalsel.

"Untuk Bulog Divre Kalsel beserta Dinas Ketahanan Pangan Kalsel diminta untuk menyiapkan kegiatan Operasi Pasar dengan mempertimbangkan kondisi real di lapangan," sebutnya. 

Baca juga: Tidak Ada Larangan Umrah, Travel Albis Tetap Akan Berangkatkan 120 jemaah

Baca juga: Puluhan Perusahaan Tambang  di Kalsel Tak Penuhi Reklamasi, BPKP Minta Jadi Perhatian Pemda

Sedangkan Reskrimsus/Satgas Pangan Polda Kalsel beserta Polres meningkatkan pengawasan untuk mencegah terjadinya penimbunan, monopoli, penyalahgunaan dan kelancaran distribusi, bekerja sama dengan pihak terkait lainnya.

Pemerintah kota dan kabupaten, juga diminta melakukan kegiatan monitoring ketersediaan gula, memonitor perkembangan harga dan berkoordinasi dengan pihak terkait mencegah penimbunan.

"Pedagang diminta untuk tidak melakukan penimbunan dan tidak menaikkan warga secara tidak wajar.
Masyarakat diminta tetap tenang, jangan melakukan aksi borong dan agar berhemat dalam menggunakan gula. Pemerintah terus berupaya agar gula tetap tersedia dengan harga yang wajar, " sebut Birhasani.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved