Pencegahan Covid 19
Omicron Terdeteksi di Kalimantan, Tim Pakar ULM Minta Pemerintah Tinjau Ulang PTM
Kasus Covid-19 di Kalsel pada pekan kedua 10-16 Januari sebesar 4.764, naik 3,4 kali lipat dibanding akhir 2021, Tim Pakar ULM sarankan PTM ditunda.
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah adanya konfirmasi penderita kasus varian omicron di Kalimantan Barat (Kalbar), tentu harus menjadi sinyal bagi Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk waspada.
Tak hanya varian omicron yang dikenal sangat cepat menular, penderita Covid-19 secara umum di Indonesia juga kembali mengalami peningkatan awal tahun ini.
Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, menganalisis, laju penambahan kasus pada pekan kedua 10-16 Januari sebesar 4.764 kasus, naik 3,4 kali lipat dibanding pekan terakhir akhir tahun 2021.
Dalam periode 4 hari terakhir, yaitu 17-20 Januari, kasus konfirmasi nasional sebesar 4.935, lebih tinggi dari kasus di pekan kedua Bulan Januari.
"Lonjakan kasus ini tidak lepas dari telah masuk dan menyebarnya varian omicron di Indonesia," kata Muttaqin.
Baca juga: Waspada Gelombang Omicron, Satgas Covid-19 Kalsel Minta Daerah Siapkan Oksigen dan Isoter
Baca juga: Tak Ada Lagi Kasus Baru Covid-19 di HST, Warga Diimbau Tetap Taati Prokes
Kasus pertama ditemukan pada 15 November 2021 yang menimpa seorang pekerja di Wisma Atlet Jakarta.
Hasil penelusuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, kasus tersebut berasal dari WNI yang baru tiba di Tanah Air pada 27 November setelah melakukan perjalanan dari Nigeria.
Berdasarkan database GISAID, per 22 Januari pukul 03.50 UTC, jumlah yang terdeteksi sebagai varian omicron di Indonesia sudah mencapai 1.255 kasus.
Jika pada Desember 2021 kasus omicron di Indonesia didominasi kasus impor, maka sekarang penularan lebih banyak dari transmisi lokal.
Berdasarkan data Cov-Spectrum.org, kasus omicron masih terkonsentrasi di Jakarta. Tetapi, sudah pula menyebar ke Jawa dan luar Jawa bahkan di Kalimantan.
Baca juga: Sempat Kosong Lebih 3 Bulan, RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Kembali Merawat 1 Pasien Covid-19
Baca juga: Omicron Muncul di Kalbar, Satgas Covid-19 Sebut Belum Ditemukan di Kalsel
Dari sisi kelompok umur, kasus varian omicron didominasi penduduk umur produktif dan berusia muda.
Namun kasus pada anak-anak dan remaja juga terjadi dengan proporsi 11 persen, sedangkan penduduk berusia 50 tahun ke atas sebanyak 14 persen.
"Situasi ini menuntut langkah kita untuk membentengi masyarakat dengan prokes ketat, 3T dan vaksinasi. Mobilitas penduduk perlu diperlambat, aturan WFH diterapkan kembali, Pembelajaran Tatap Muka atau PTM ditinjau ulang dan persyaratan perjalanan udara diperketat," kata Muttaqin
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)