Berita HST

Butuh Rp 9 Miliar Bikin Penimbunan Sampah Baru, Pemkab HST Minta Dukungan Pemerintah Pusat

Tempat penimbunan sampah sistem sanitary landfill control di TPA sampah terpadu di Desa Telang Hulu Sungai Tengah kapasitasnya kian berkurang.

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/hanani
KOndisi sanitary landfill control di tempat pemrosesan akhir sampah terpadu milik Pemkab HST, di Desa Telang Kecamatan Batangalai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (25/2/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tempat penimbunan sampah sistem sanitary landfill control (SLC) di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah terpadu di Desa Telang, Kecamatan Batangalai Utara milik Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) kapasitasnya kian berkurang.

Hal tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (LHP) HST berupaya mengurangi volume sampah masuk ke TPA.

Salah satunya melalui pemanfaatan sampah non organik dengan memperbanyak bank sampah.

Apalagi, volume sampah harian rata-rata 50 ton.

Baca juga: Penasaran Pengelolaan Sampah di HST, Siswa SMPIT Al Khair Kunjungi TPA Telang

Baca juga: Masyarakat Aluan Besar dan Mandingin HST Sepakat Lepas Lahan untuk Kolam Pengendali Banjir

Meski demikian, Bidang Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Dinas LHP Rachmad Hidayat kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (25/2/2022) menjelaskan, landfill baru tetap harus disiapkan.

“Usia landfill yang ada sudah enam tahun sejak operasional 2016. Kami sudah mengajukan tempat penimbunan baru ini kepada pemerintah pusat. Harapannya mendapat dukungan pendanaan dari APBN. Sebab, kondisi keuangan APBD HST saat ini tak memungkinkan menganggarkan kebutuhan dana sekitar Rp 9 miliar,” kata Hidayat.

Disebutkan total luas lahan TPA Telang 19,8 hektare dimana 1,7 hektare di antaranya merupakan tempat penimbunan sistem SLC tadi.

Untuk lahan tersisa membangun tempat penimbunan baru sendiri, lahannya masih sangat luas.

Dijelaskan, sistem pengelolaan selama ini dilakukan dengan sistem tutup berlapis.

Baca juga: Narkoba Banjarmasin - Pengedar Sabu Diciduk Anggota yang Menyamar

Sampah yang baru diantar ke TPA ditimbun, kemudian diratakan dengan bolduzer dan eksavator.

Namun, saat ini alat buldozer mengalami rusak dan masih dalam perbaikan sehingga diratakan degan eksavator.

Tujuh hari setelah timbunan diratakan, selanjutnya ditutup tanah dan dilakukan pemadatan

“Setelah dilapis dipadatkan lagi, begitu seterusnya seperti kue lapis. Namun, ada masanya, dimana 5 sampai 7 tahun, harus membuat landfill baru. Semoga pemerintah pusat menyetujui anggaran yang diajukan Pemkab HST,”kata Hidayat.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved