Kebakaran di Kalsel

Kebakaran Sungai Riam Kabupaten Tala Kalsel, Api Muncul dari Dapur

Kebakaran di Sungai Riam, Kabupaten Tala, Kalsel, warga melihat api dari bagian dapur Husaini. Diduga, kabel kulkas korsleting.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Puing tiga bangunan akibat kebakaran di Desa Sungairiam, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (27/2/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyebab kebakaran di Desa Sungairiam, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (27/2/2022) pagi, belum diketahui.

"Dugaan sementara akibat arus pendek," ucap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Tala Tony Permana kepada Banjarmasinpost.co.id

Pihaknya langsung bergerak ke lokasi Kebakaran di Sungai Riam Tanahlaut Kalsel, begitu ada laporan masyarakat.

Dua armada diturunkan. Barisan Pemadam Kebakaran swasta dan relawan juga turut turun, termasuk pihak BPBD Tala dan TNI/Polri.

Pukul 08.20 Wita, pihak Satpol PP dan Damkar Tala mendapat laporan dari warga Sungairiam, Zainudin, perihal kebakaran yang terjadi di lingkungan RT 2 RW 1.

Baca juga: Tersisa Baju di Badan, Satu Keluarga Korban Kebakaran di Desa Sungai Riam Kalsel Terpaksa Ngungsi

Baca juga: Besok Polda Kalsel Mulai Operasi Keselamatan Intan 2022, 7 Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Sasaran 

Warga melaporkan ada tiga bangunan yang terbakar, salah satunya adalah gudang penggilingan padi milik Apul. Dua pemilik bangunan lainnya yakni Usai (Husaini, red) dan Mahmud.

Penuturan warga sekitar saat Banjarmasinpost.co.id t ke lokasi, pada musibah tersebut, ketiga bangunan dalam keadaan tak berpenghuni.

Gudang penggilingan padi belum buka dan warung/kios milii Mahmud sudah sejak lama kosong.

Sedangkan Husaini bersama istri baru saja meninggalkan rumah yakni berjualan di lokasi pesta perkawinan di desa tetangga (Kandanganbaru).

Sejumlah warga sekitar mengatakan melihat api berasal dari bagian belakang rumah Husaini atau di bagian dapur. Namun tak diketahui dari mana asal muasal api.

Baca juga: Garuk Puluhan Botol Miras di Desa Nusaindah, Kasatpol PP Tanahlaut Panggil Pemilik

Baca juga: Pasien Korban Keracunan di Banjarmasin Membludak, Bhabinkamtibmas Ini Sampai Ikut Sopiri Ambulans

"Mungkin korsleting listrik di kulkas saya, kira-kira kabelnya panas atau apa gitu. Soalnya pagi tadi kami tidak ada memasak karena bergegas hendak berjualan," tutur Husaini.

Ia mengatakan, kulkasnya memang dalam keadaan terus tersambung ke jaringan listrik. Itu karena sebagian bahan dagangannya disimpan di kulkas.

Apakah ada kompor gas? "Ada, tapi kami tidak ada memasak apa pun, tidak ada menghidupkan gas pagi tadi dan selama ini tidak pernah ada masalah dengan tabung gas," tandas Husaini.

Seluruh harta bendanya terbakar pada musibah itu, cuma menyisakan baju di badan. "Kalau dihitung kerugian, mungkin sekitar Rp 150 juta," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved