Ekonomi dan Bisnis
Harga LPG Non Subsidi Naik, Pelaku Usaha di Batola Sebut Tak Punya Pilihan
Pelaku usaha di Batola pasrah tak punya pilihan menyusul naiknya harga LPG non subsidi
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kenaikan harga gas LPG non subsidi turut dirasakan masyarakat Barito Kuala (Batola) belakangan ini.
Seperti yang diungkapkan, Hani, pelaku usaha rumah makan di Marabahan, ia membeli LPG 12 kg seharga 190 di eceran beberapa waktu lalu.
Harga tersebut masih belum termasuk adanya kenaikan di agen yang baru-baru ini diisukan. Yakni tabung gas 5,5 kg Rp98.000 dan tabung 12 kg seharga Rp197.000 per tabung.
"Yang ada saja sudah mahal, belum tahu yang akan datang ini," ungkap Hani, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Harga LPG Non Subsidi Melonjak, Pemilik Warung Sederhana di HST Berharap Tak Berefek ke Stok Subsidi
Baca juga: Kenaikan Harga LPG Non Subsidi Dikeluhkan Pelaku Usaha Kuliner
Baca juga: VIDEO Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Katering dan Jajanan di Kota Banjarbaru Kebingungan
Meskipun demikian, Hani mengaku tidak ada pilihan lain. Ia tetap membeli guna keperluan usahanya.
"Tapi saya tidak akan menggunakan gas 12 kg walaupun harganya naik, karena sudah terbiasa pakai yang ini," timpalnya.
Sementara itu, Ijay, pemilik pangkalan di Desa Jelapat mengaku sudah mengetahui bakal adanya kenaikan harga LPG non subsidi ini.
Sementara ini ia masih menjual stok terdahulu dengan harga yang sama. Yaitu Rp90.000 untuk tabung 5,5 kg dan Rp190.000 untuk tabung 12 kg.
Baca juga: Kenaikan Harga LPG Belum Berhenti, Rumah Makan di Banjarbaru Ini Terpaksa Naikkan Harga
"Kalau di agen kita sudah membelinya Rp80.000 untuk yang 5,5 kg dan Rp170.000 untuk tabung 12 kg," ujar Ijay.
Ia pun mengatakan, mengenai isu bakal adanya kenaikan harga, maka ia juga akan ikut menyesuaikan. Karena jelas, selain harga belinya naik juga ada biaya bongkar muat yang dihitung. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)