Ekonomi dan Bisnis

Kalimantan Selatan Alami Deflasi Sebesar 0,39 Persen

Kepala BPS Kalsel Yos Rusdiansyah dalam siaran pers via youtube, Selasa (1/3/2022), mengatakan, kondisi Februari terjadi deflasi sebesar 0,39 persen.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/LENI WULANDARI
Minyak goreng turut andil terjadi deflasi di Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tidak sama dengan di Januari 2022 yang terjadi inflasi, kondisi perkembangan Februari 2022 di Kalimantan Selatan (Kalsel) justru alami deflasi.

Kepala BPS Kalsel Yos Rusdiansyah dalam siaran pers via youtube, Selasa (1/3/2022), mengatakan, kondisi Februari terjadi deflasi di Kalimantan Selatan sebesar 0,39 persen.

Secara umum di Kalsel untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,13. Dari 3 kota IHK, dua kota mengalami deflasi dan satu kota mengalami inflasi.

"Kota yang mengalami deflasi yaitu Banjarmasin sebesar 0,49 persen dengan IHK sebesar 110,01 dan Kotabaru mengalami deflasi sebesar 0,04 persen dengan IHK 111,27. Sedangkan inflasi terjadi di Kota Tanjung sebesar 0,24 persen dengan Indeks IHK 110,11," beber Yos Rusdiansyah.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya tiga indeks kelompok pengeluaran secara signifikan, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya; dan kelompok transportasi.

Baca juga: VIDEO Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Katering dan Jajanan di Kota Banjarbaru Kebingungan

Baca juga: Harga Gula Mulai Merangkak Naik, Begini Ketersediaan Gula di Bulog Kalsel

Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain angkutan udara, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, cabai rawit, cumi-cumi, terong, ikan patin, ikan gabus dan pepaya.

Bukan hanya itu, deflasi di Kalimantan Selatan pada Februari terjadi karena adanya penurunan harga sejumlah komoditas, ikan asin peda, ikan trakulu, terong, cabai rawit, angkutan laut, telur ayam ras, jeruk nipis/limau, cumi-cumi, sawi hijau dan minyak goreng.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga, daung bawang, bawang merah, ikan baung, celana dalam wanita, lampu, celana dalam pria, ketimun, televisi berwarna, celana panjang/katun wanita dan ikan kembung.

Data BPS Kalsel pada Februari 2022, dari 11 kelompok pengeluaran, 3 kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi; 6 kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi dan 2 kelompok tidak memberi andil/sumbangan.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya; dan kelompok transportasi 0,16 persen.

Baca juga: Stok Vaksin Kedaluwarsa di Dinkes Banjarmasin Tersisa 50 Dosis, Ibnu Sina : Kemungkinan Dimusnahkan

Baca juga: Getaran Mirip Gempa Terasa di Kabupaten Tabalong Kalsel, Rumah Warga Bergoyang

Masih berdasar penjelasan Yos Rusdiansyah, jika dibandingkan antar kota, dari 90 Kota inflasi di Indonesia, tercatat 37 kota mengalami inflasi dan 53 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,65 persen dan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,01 persen.

deflasi terdalam terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,08 persen dan deflasi terendah terjadi di Palembang, Palangka Raya dan Tarakan masing-masing sebesar 0,01 persen.

"Di wilayah Pulau Kalimantan, lima kota mengalami inflasi dan tujuh kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 0,32 persen dan terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,01 persen. Deflasi terdalam terjadi di Balikpapan sebesar 0,51 persen dan terendah di Palangka Raya dan Tarakan sebesar 0,01 persen, " urainya. (Lis).

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved