Lokal Bercerita

Bangkitnya Wisata Matang Kaladan, Raja Ampatnya Kalsel

Wisata Matang Keladan berada di Desa Tiwingan Lama Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar. Kini Raja Ampatnya Kalsel kembali bangkit pasca pandemi

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id
Deretan pulau kecil di tengah Waduk Riam Kanan tampak dari atas Bukit Matang Kaladan di Desa Wisata Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Minggu (6/3/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pandemi covid-19 sejak Maret 2020 silam, telah memukul banyak sektor perekonomian masyarakat, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satu paling kena dampak adalah
pariwisata.

Seperti terjadi pada kawasan Raja Ampat-nya Kalsel--sebutan masyarakat terhadap objek wisata Matang Kaladan di Desa Wisata Tiwingan Lama (Dewi Tilam), Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar-- Ini adalah salah satu destinasi wisata di Kalsel yang menjadi andalan.

Objek wisata di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam itu sempat sepi pengunjung.

Tapi kini, Matang Kaladan kembali bergeliat. Bahkan sejumlah destinasi wisata baru bermunculan di
sekitarnya. Seperti Bukit Batu, Bukit Batas dan Bukit Sinyal.

Baca juga: Wisata Kalsel : Air Terjun Tagur Anginan HST, Tawarkan Keunikan Tersendiri  

Baca juga: VIDEO Air Terjun Siwalangan di Desa Kindingan HST, Keindahan Terpendam di Hutan Meratus

Baca juga: Wisata Kalsel - Sensasi Berwisata di Pantai Asmara di Kabupaten Tanah Laut

Ada juga wisata tambak dengan konsep homestay di kaki Bukit Matang Kaladan. Warga melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pun kian bergairah menyambut pengunjung yang perlahan mulai ramai lagi berdatangan.

Berikut ini laporan Banjarmasin Post melalui liputan khusus Lokal Bercerita, Aku Lokal Aku Bangga menyambut 11 Tahun Tribunnews.com.

Nama Bukit Matang Kaladan ramai diperbincangkan sejak 2015 lalu. Setelah foto pemandangan danau dengan puluhan pulau-pulau besar dan kecil, sekilas mirip Raja Ampat di Papua, viral di media sosial.

Tak hanya wisatawan domestik, tapi mancanegara kepincut datang ke objek wisata ini.

Tak melulu menawarkan wisata alam, di desa wisata Tiwingan Lama juga ada dua event besar yang biasanya digelar untuk memikat pengunjung, yakni lomba jukung dan lomba perahu ces. Hanya selama pandemi,
perlombaan ini ditiadakan.

Salah satu pengunjung Matang Kaladan, Nida, yang berasal dari Sampit Kalimantan Tengah, mengaku  tak menyangka ada wisata keren di Kalsel.

"Katanya ini Raja Ampat Kalimantan Selatan, ternyata memang benar, bedanya hanya di airnya. Kalau Raja Ampat biru, di sini hijau karena ini kan danau," ujarnya akhir pekan tadi.

Pengunjung lain, Regi yang merupakan warga Medan mengaku baru pertama kali datang ke Matang Kaladan. Dia pun takjub dengan panorama yang disuguhkan. Namun dia berharap pengelola menambah wahana spot foto
bagi pengunjung agar tidak berebut.

Dahulu Bukit Matang Kaladan adalah kawasan hutan belantara yang tak dilirik menjadi tempat wisata. Matang dalam bahasa sekitar artinya gunung dan Kaladan berarti pohon. Bukit Matang Kaladan merupakan
kawasan hutan tak terawat, penuh dengan duri dan tanaman liar.

"Muda-mudi di desa kami lah yang awalnya sering mendatangi Matang Kaladan di 2015 dan mereka sadar adanya potensi keindahan alam Matang Kaladan," ujar Pembina Pokdarwis Pesona Dewi Tilam, Julfani Senin (7/3/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved