Berita Kabupaten Banjar

Tanah di Bawah Tempat Tidur Datu Kelampayan Kalsel Dibawa ke IKN Nusantara

Tanah di bawah tempat tidur Datuk Kelampayan Dalam Pagar Kabupaten Banjar dibawa Gubernur Kalsel ke IKN Nusantara dan diterima Presiden Joko Widodo.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Guru H Syahrani Muhlis atau Guru Rani, zuriah atau keturunan Datuk Kelampayan, mengambilkan tanah yang kemudan dibawa Gubernur Kalimantan Selatan ke IKN Nusantara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Guru H Syahrani Muhlis menjadi saksi mata mengenai sejumput tanah  dibawa Gubernur Kalimantan Selatan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Tanah dimaksud adalah dari Desa Dalam Pagar atau tepatnya di lahan tempat tinggal ulama dunia, Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau akrab disebut Datuk Kelampayan di Dalam Pagar, Kabupaten Banjar, Kalsel. 

Guru Rani, panggilan akrabnya, adalah zuriah atau keturunan dari Datuk Kelampayan. Rumah yang ditinggalinya saat ini adalah rumah yang sebelumnya ditinggal Datu Kelampayan

"Saya berharap ada keberkahan untuk warga Provinsi Kalimantan Timur dan rakyat Indonesia umumnya, sebagian tanah dan air yang berasal dari berbagai provinsi, termasuk dari Kalimantan Selatan, ditempatkan di lokasi pembangunan ibu kota negara," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (14/3/2022). 

Baca juga: Warga Kabupaten Banjar Ini Bersyukur Air Sumur Sentral Martapura Disatukan di IKN Nusantara

Baca juga: Gubernur Sulteng Rudy Mastura Pingsan di IKN, Kepala Daerah Lain Bernasib Sama Usai Ritual

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor membawa tanah tersebut ke IKN Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dan diterima Presiden Joko Widodo di sana. 

Awalnya, Guru Rani mengaku tidak mengetahui maksud dan tujuan dari keinginan tanah datuknya diambil utusan khusus dari Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur'an dan Tahfiz Darussalam Martapura.

Belakangan, tujuan dari tanah itu untuk dibawa ke lokasi IKN Nusantara yang menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia.

"Saya berharap ada barokah. Saya ambilkan di bawah tempat tidur Datu Kelampayan. Saya yang mengambil, tak banyak, sekitar dua kilogram," katanya.

Baca juga: Terbitkan Surat Edaran, Wali Kota Banjarmasin : Aspirasi Sopir Truk Mulai Diakomodir  

Baca juga: Satpol PP Banjarmasin Kembali Menertibkan Warga Bermukim di Kolong Jembatan Antasari

Sebelumnya, Sabtu (12/3/2022), memang ada yang meminta tanah di sekitar rumah datuknya. Orang yang datang itu utusan dari Pondok Pesantren Darussalam atas permohonan Gubernur Kalsel.

Guru Rani mengaku, setelah mengambil tanah, utusan itu ingin mengambil air yang menyertai tanah tersebut. Namun disarankan, mengambil di Kota Martapura. Cukup tanahnya saja di Desa Dalam Pagar. 

"Saya saran, diambil air di sumur gali di dekat Alun-alun Ratu Zalecha. Cerita satu orangtua dahulu, lokasi sumur itu ditunjuk oleh Tuan Guru KH Zainal Ilmi. Makanya, air sumur itu tak pernah kering, meskipun kemarau," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhtar Wahid)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved