Minyak Goreng Langka

DPR Kesulitan Awasi Kelangkaan Minyak Goreng, Ancam Panggil Paksa Mendag Muhammad Luthfi

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berencana akan memanggil paksa mendag Muhammad Lutfi untuk meminta keterangan minyak goreng langka.

Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Penjual minyak goreng di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (15/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus kelangkaan minyak goreng (migor) hingga kini belum teratasi.

DPR selaku wakil rakyat mengaku juga belum bisa berbuat banyak.

Hal ini diakui Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menyampaikan, bahwa pimpinan DPR mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi pengawasannya terkait permasalahan minyak goreng.

Pasalnya, kata Dasco, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi sudah dua kali mangkir dari rapat undangan DPR.

Baca juga: Program Kartu Prakerja Gelombang 24 Besok 17 Maret 2022 Dibuka, Klik di www.prakerja.go.id

Baca juga: Ternyata Ini Pekerjaan Asli Indra Kenz dan Doni Salmanan, Berstatus Buruh di KTP dan Kerjasama KPK

Hal itu disampaikan Dasco Ahmad saat Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

"Sekadar informasi bahwa DPR dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan mengalami kesulitan soal minyak goreng ini. Sudah dua kali Menteri Perdagangan diundang dalam rapat konsultasi, yang kedua berhalangan dengan alasan belum tentu datang dan lain-lain," kata Dasco.

Dasco mengatakan pihaknya akan memberi kesempatan terakhir bagi Mendag Lutfi untuk membahas persoalan minyak goreng bersama DPR RI.

Namun, apabila Mendag kembali tak hadir dalam undangan berikutnya, maka DPR akan memanggil secara paksa.

"Oleh karena itu, dalam kesempatan terakhir dalam sidang Rapur ini saya sampaikan apabila dalam undangan yang ketiga masih ada alasan maka DPR akan menggunakan aturan dan kewenangan yang ada untuk memanggil paksa Mendag di DPR," jelas Dasco.

Anggota Satreskrim Polres Tanah Bumbu (Tanbu) saat memasangg policeline pada sebuah gudang tempat menyimpan 4 ton minyak goreng curah, Selasa (15/3/2022).
Anggota Satreskrim Polres Tanah Bumbu (Tanbu) saat memasangg policeline pada sebuah gudang tempat menyimpan 4 ton minyak goreng curah, Selasa (15/3/2022). (SATRESKRIM POLRES TANAH BUMBU)

Pasokan minyak goreng (migor) hingga kini masih belum lancar, termasuk di pasar tradisional di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pantauan banjarmasinpost.co.id, belum seluruh toko/kios di pasar tradisional di kota ini memiliki ketersediaan minyak goreng.

Beberapa pedagang bahkan sementara waktu tak berjualan migor karena tak dapat pasokan dari distributor atau agen.

Harga di pasaran pun juga belum sepenuhnya sesuai kebijakan satu harga yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 14 ribu per liter.

Baca juga: Bantu Masyarakat Dapatkan Minyak Goreng Murah, Hari Ini Pemkab Tanahlaut Gelar Operasi Pasar

Hal itu dicermati oleh Pemerintah Kabupaten Tala. Langkah jangka pendek yang dilakukan antara lain menggelar operasi pasar migor yang digelar, Rabu (16/3/2022) hari ini.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved