Religi
Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Jelaskan Landasan Hadistnya
Shalat tarawih satu di antara ibadah yang dikerjakan selama bulan suci Ramadhan.Ustadz Adi Hidayat menjabarkan tata cara shalat tarawih 11 rakaat.
Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID - Shalat tarawih adalah satu di antara ibadah yang dikerjakan selama bulan suci Ramadhan.
Ustadz Adi Hidayat menjabarkan tata cara shalat tarawih 11 rakaat.
Sekitar sepekan lagi akan tiba bulan Ramadhan, umat muslim yang beriman berlomba-lomba menimba pahala dari Allah SWT.
Selain diwajibkan puasa sebulan penuh juga disunnahkan amalan lain di antaranya shalat tarawih.
Dalam pelaksanaannya, jumlah rakat shalat tarawih berbeda. Ada yang 111 rakaat, ada pula 23 rakaat.
Baca juga: Hukum Menggabungkan Qadha Ramadhan dan Puasa Senin Kamis, Buya Yahya Berikan Penjelasan
Baca juga: Awal Puasa 1 Ramadhan 2022/1443 H Ditentukan Setelah Melihat Hilal, Begini Metode yang Diterapkan
Lantas jika memilih yang 11 rakaat bagaimana tata cara pengerjaannya?
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan jumlah rakaat shalat tarawih yang disampaikan rasulullah SAW minimal 2 rakaat dan maksimalnya tidak ada batasnya.
Ia menambahkan, karena batas minimal rakaat shalat tarawih adalah dua rakaat, maka jika ada yang mengerjakan 2, 4, atau 6 rakaat hukumnya boleh dan sah dilakukan.
"Bagaimana yang paling enak, standar, dan Nabi SAW sering melakukan dengan itu menjadi patokan amalan kita. Ternyata Nabi Muhammad SAW terekam dalam berbagai hadist sering mengerjakan shalat malamnya 11 rakaat," jelas Ustadz Adi Hidayat dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Ustadz's advice.
Ia menjabarkan ada yang 11 rakaat dengan 1 witir, ada pula 11 rakaat dengan 3 witir, bahkan 11 rakaat dengan 5 witir.
Landasan pengerjaan shalat tarawih 11 rakaat termasuk witir 1 rakaat.
Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Aisyah RA sebagai landasan hukumnya.
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ وَهِىَ الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَة
Dari A’isyah, istri Nabi Muhammad SAW, ia berkata, "Rasulullah pernah melakukan salat pada waktu antara setelah selesai Isya yang dikenal orang dengan ‘Atamah hingga Subuh sebanyak sebelas rakaat di mana beliau salam pada tiap-tiap dua rakaat, dan beliau salat witir satu rakaat.” (HR. Muslim)
Dari hadist itu, secara teknis shalat tarawih dilakukan setiap 2 rakaat salam dan diakhiri shalat witir 1 rakaat. Sehingga polanya 2+2+2+2+2+1 = 10+1