Religi
Keutamaan Sahur di Bulan Ramadhan, Buya Yahya Imbau Mengakhirkan Sebelum Terbit Fajar
Sebelum memulai ibadah puasa, umat muslim disunnahkan melaksanakan sahur. Buya Yahya beberkan keutamaannya.
Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebelum memulai ibadah puasa, umat muslim disunnahkan melaksanakan sahur. Buya Yahya beberkan keutamaannya.
Sahur adalah aktivitas makan dan minum yang dilakukan sebelum berpuasa diakhiri sebelum terbitnya fajar.
Waktu pelaksanaan sahur sekitar sepertiga malam akhir, sebelum masuk fajar atau waktu shalat subuh biasanya ada imsakiyah untuk kehati-hatian.
Dalam melaksanakan sahur hendaknya dapat diakhirkan hingga masuk waktu subuh.
Buya Yahya menjelaskan di dalam puasa ada martabat atau tingkatan orang-orang bisa berpuasa.
Baca juga: Besok Jangan Lupa Puasa Senin Kamis, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Keutamaan Sunnah Ini
Baca juga: Amalan Sunnah Sebelum Shalat Jumat Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Mandi Hingga Potong Kuku
"Kesempurnaan puasa ini adalah dengan kesunnahan-kesunnahannya. Fardhunya sudah jelas menahan diri makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam. Jika ada kekurangan dalam puasa maka disempurnakan dengan sunnah-sunnahnya," jelas Buya Yahya diutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.
Termasuk kesunnahan puasa yakni sahur di sepertiga malam akhir.
"Semakin akhir sahurnya maka semakin bagus, sebagaimana diriwayatkan hadist shahih," ujarnya.
Hadist tentang sahur yakni diriwayatkan HR Bukhari no 1923
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
"Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan."
Buya Yahya menyebut berkah adalah bonus kebaikan yang Allah berikan, ia pun mengimbau melakukan sahur sebelum puasa demi mendapat keberkahan Allah SWT.
Berkah yang dimaksud bersifat luas, di antaranya berkah dalam hidup dan umur manusia.
"Maka puasa kita diberkahi, makanya jangan malas makan. Lebih bagus lagi ditambah dengan amalan lainnya misalnya shalat tahajud dan shalat-shalat lainnya barus dilanjutkan sahur," papar Buya Yahya.
Karena sangat dianjurkannya untuk sahur, salah satu hadis Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Artinya: "Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air, karena Allah 'Azza wa Jalla dan para Malaikat bersalawat kepada orang yang makan sahur. (HR. Ahmad No. 11086, Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan: sanadnya shahih).
Setelah selesai sahur, maka memasuki waktu subuh. Jarak antara sahur kemudian berhenti dan terbit fajar diperkirakan 50 ayat.
"Inilah yang diamalkan di negeri kita ini dengan istilah khusus namanya imsak. Secara bahasa imsak adalah menahan diri dari makan dan minum, namun belum mulai berpuasa," terangnya.
Tujuan dari imsak adalah agar berhati-hati atau bersiap sebelum adzan dikumandangkan.
"Karena kalau sudah dikumandangkan tidak boleh lagi makan dan minum. Imsak pertanda menahan diri siap-siap memasuki adzan subuh yang baru makan segera minum, yang belum sikat gigi segera lakukan," jelasnya.
Ia menegaskan saat waktu imsak tiba umat muslim masih bisa makan dan minum diperkirakan 10-25 menit.
Baca juga: Imun Tubuh Kuat Tak Gampang Sakit, dr Zaidul Akbar Imbau Konsumsi Probiotik dari Minuman Fermentasi
"Jangan diganti, imsak malah disangka subuh malah rusak. Intinya ada jarak antara sahur dan adzan subuh, sahur yang semakin baik adalah dilakukan semakin akhir," pungkas Buya Yahya.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'aala.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)