Alfamart Gambut Runtuh

Kunjungi Korban Alfamart, Dirut BPJAMSOSTEK : BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Perawatan Sampai Sembuh

Dirut BPJAMSOSTEK memastikan biaya perawatan lima korban alfamart ambruk yang kini masih dirawat di rumah sakit ditanggung BPJS Ketenagakerjaan

Editor: Hari Widodo
BPJS Ketenagakerjaan untuk Bpost
Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo saat membesuk korban alfamart ambruk, di RSI Sultan Agung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tepat sepekan lalu, terjadi sebuah insiden ambruknya bangunan Alfamart yang berlokasi di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. 

Kejadian naas tersebut memakan 13 orang korban di mana sembilan diantaranya merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).  

Lima orang di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia, dan lima orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati kepada para korban, Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo, turun langsung untuk menjenguk para peserta yang dirawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru, sekaligus memastikan mereka mendapatkan perawatan yang maksimal.

Baca juga: Dapat Santunan, Ahli Waris Korban Runtuhnya Alfamart Gambut Gunakan untuk Hal Ini

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Banjar Minta Kementerian PUPR Selidiki Kegagalan Bangunan Alfamart Gambut

Baca juga: Minimarket Alfamart Km 14 Gambut Ambruk Kalsel, Intakindo Ungkap Perkiraan Penyebabnnya

"Sekali lagi kami mengucapkan bela sungkawa yang mendalam serta turut prihatin kepada seluruh peserta yang menjadi korban baik yang meninggal maupun yang masih dalam perawatan. Kami terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik agar mereka dapat segera pulih dan mampu bekerja kembali," ucap Anggoro. 

Anggoro menjamin bahwa BPJAMSOSTEK akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban hingga sembuh tanpa ada batasan biaya, selama peserta tersebut menjalani pemulihan.

BPJAMSOSTEK juga memberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) selama 12 bulan sebesar 100 persen upah yang dilaporkan selanjutnya 50 persen hingga dinyatakan sembuh. 

Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan meninggal dunia karena kecelakaan kerja, BPJAMSOSTEK memberikan manfaat sebesar 48 kali upah, yang dilaporkan serta beasiswa bagi 2 orang anak maksimal sebesar Rp174 juta. 

Anggoro menyatakan bahwa risiko kecelakaan kerja maupun kematian dapat terjadi kapan dan di mana saja. 

Oleh karena itu dirinya mengajak seluruh pekerja khususnya di wilayah Kalimantan Selatan untuk melindungi diri, dari segala risiko tersebut dengan mendaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK. 

"Dengan memastikan dirinya terlindungi Jamsostek, maka risiko kerja yang mungkin timbul akan dialihkan kepada kami, pekerja dan keluarga bisa tenang menjalani pekerjaannya. Kejadian ini juga bisa menjadi contoh bahwa negara melalui BPJAMSOSTEK hadir untuk memberikan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia," ucapnya Anggoro. 

Semantara itu People Development Manager Alfamart Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, Tio Nugroho yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyatakan terima kasihnya kepada BPJAMSOSTEK, karena sudah memberikan respon yang cepat, serta proaktif dalam membantu proses perawatann para korban, khususnya karyawan alfamart. 

Baca juga: VIDEO Kondisi Terkini Sisa Reruntuhan Toko Alfamart Km 14 Gambut, Kalsel

"Sejauh ini komunikasi berjalan dengan baik, seluruh biaya dicover, bahkan kami kemarin mendapatkan fasilitas naik kelas, support dari BPJS Ketenagakerjaan memang luar biasa, kami tetap akan koordinasi, semoga ini bisa segera selesai dan semoga seluruhnya segera sembuh," ungkap Tio. 

Ikut mendampingi Direktur Utama BPJAMSOSTEK,Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Banjarmasin, Bunyamin Najmi menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin telah membayarkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia, dan biaya pengobatan sampai dengan para korban dinyatakan sembuh.(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved