Religi

Daftar Amalan Bulan Syawal Selain Puasa 6 Hari, Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat 

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan amalan lainnya di bulan Syawal selain Puasa Syawal. Baik dikerjakan usai Hari Raya idul Fitri 2022 atau pasca Ramadhan

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
cheapumrahpackage.us
Selain puasa Syawal ada amalan sunnah lainnya yang bisa dikerjakan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Usai merayakan Hari Raya Idul Fitri 2022, kini umat Islam berada di bulan Syawal 1443 H'> Syawal 1443 H. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan daftar amalan sunnah di bulan Syawal atau pasca ramadhan.

Sebelumnya, umat muslim sudah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Di bulan Syawal ini, terdapat amalan-amalan sunnah selain Puasa Syawal.

Daftar amalan pascaramadhan merupakan esensi yang harus tetap dikerjakan umat Islam meski sudah tak di bulan Ramadhan lagi.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan ibadah siyam Ramadhan esensinya tidak berhenti saat tuntas dikerjakan siyamnya, namun mengalami keberlangsungan pascaramadhan yang ditunjukkan langsung isyaratnya oleh Allah SWT.

Baca juga: Rahasia Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri Dibeberkan Ustadz Adi Hidayat, Sebut Tak Termasuk Bidah

Baca juga: Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari, Buya Yahya Jelaskan Hukumnya dan Cara Pelaksanaannya

"Dan diperjelas oleh Nabi Muhammad SAW dengan amalan-amalan tertentu yang menunjukkan suksesnya ibadah puasa kita, bukti penerimaan ibadah kita di hadapan Allah SWT, tanda syukur kita dihadapan Allah SWT, bekal terbaik menjelang kematian, dan kebahagiaan saat menghadap Allah SWT," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip  Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Daftar amalan pascaramadhan berdasarkan ayat Alquran Surah Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurụn

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Ketika Allah memberikan nikmat pada Nabi Muhammad SAW maka Allah meminta rasul untuk bersyukur telah diberi anugerah terbaiknya.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Shalat Taubat, Ustadz Abdul Somad Sarankan Mandi Taubat Dulu

Baca juga: Amalan Selain Puasa 6 di Bulan Syawal, Ustadz Adi Hidayat Ingat Hal Penting Pascaramadhan

Sesuai QS Al-Kautsar ayat 1-2, yaitu:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

innā a'ṭainākal-kauṡar

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved