Serambi Ummah

Amalan di Bulan Syawal Selain Puasa Sunnah 6 Hari Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Tingkatkan Shalat

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan Amalan Sunnah di bulan Syawal 1443 H selaian Puasa Syawal. Antara lain tingkatkan shalat dan banyak sedekah

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
Humas Pemprov Kalsel
Paman Birin memimpin shalat dzuhur dengan khusyuk bersama masyarakat di Sungai Lulut 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Usai merayakan Hari Raya Idul Fitri 2022, kini umat Islam berada di bulan Syawal 1443 H'> Syawal 1443 H. Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan sejumlah Amalan Sunnah di bulan Syawal atau pascaramadhan.

Sebelumnya, umat muslim sudah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Di bulan Syawal ini, terdapat amalan-amalan sunnah selain Puasa Syawal.

Daftar amalan pascaramadhan merupakan esensi yang harus tetap dikerjakan umat Islam meski sudah tak di bulan Ramadhan lagi.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Awalnya Cuci Tangan dan Berwudhu

Baca juga: 4 Keutamaan Shalat Dhuha, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Waktu Menunaikannya

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan ibadah siyam Ramadhan esensinya tidak berhenti saat tuntas dikerjakan siyamnya, namun mengalami keberlangsungan pascaramadhan yang ditunjukkan langsung isyaratnya oleh Allah SWT.

"Dan diperjelas oleh Nabi Muhammad SAW dengan amalan-amalan tertentu yang menunjukkan suksesnya ibadah puasa kita, bukti penerimaan ibadah kita di hadapan Allah SWT, tanda syukur kita dihadapan Allah SWT, bekal terbaik menjelang kematian, dan kebahagiaan saat menghadap Allah SWT," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip  Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Daftar amalan pascaramadhan berdasarkan ayat Alquran Surah Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurụn

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Ketika Allah memberikan nikmat pada Nabi Muhammad SAW maka Allah meminta rasul untuk bersyukur telah diberi anugerah terbaiknya.

Baca juga: Tata Cara Qadha Ramadhan Digabung Puasa Senin Kamis, Buya Yahya Jabarkan Hukum & Pahala yang Didapat

Baca juga: Amalan Bulan Syawal yang Jarang Diketahui, Ustadz Adi Hidayat Tekankan Soal Komitmen Sesuai Syariat

Sesuai QS Al-Kautsar ayat 1-2, yaitu:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

innā a'ṭainākal-kauṡar

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved