Serambi Ummah

Amalan Penghapus Dosa Dirincikan Buya Yahya, Derajat Diangkat Allah SWT

Buya Yahya menjelaskan amalan-amalan penghapus dosa. Antara lain menyempurnakan wudhu dan shalat

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
Voa-Islam
Ilustrasi Berwudhu. Berwudhu harus dilakukan dengan benar 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Manusia tidak luput dari kekhilafan dan dosa semasa hidup di dunia. Buya Yahya menjelaskan amalan penghapus dosa bagi umat muslim.

Dosa maupun kesalahan yang pernah dilakukan hamba-Nya akan diampuni Allah SWT, asalkan bersungguh-sungguh melakukan taubat dan memohon ampunan.

Selain itu, umat Islam juga senantiasa melaksanakan amal kebaikan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Lantas apakah ada amalan penghapus dosa yang mudah dilakukan?

Baca juga: Niat dan Panduan Shalat Isyraq Dijabarkan Buya Yahya, Dikerjakan Sebelum Dhuha

Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Awalnya Cuci Tangan dan Berwudhu

Buya Yahya menjelaskan Nabi Muhammad SAW menganjurkan sejumlah amalan yang mana jika dikerjakan Allah akan hapus kesalahan dan mengangkat derajat hamba-Nya tersebut.

"Yang pertama adalah menyempurnakan wudhu, memenuhi rukun dan ditambah dengan kesunahan-kesunahan. Khususnya waktu Anda tidak senang bersentuhan dengan air atau repot cari airnya. Maksudnya adalah berwudhu yang sempurna, jangan buru-buru," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Ia menambahkan, cara membasuh anggota tubuh dalam berwudhu harus diselesaikan secara penuh sampai ke batas yang ditentunkan, kemudian dilakukan secara tidak berlebihan, sesuai yang dianjurkan adalah tiga kali setiap anggota badan.

Dalam berwudhu hendaknya menghindari sifat was-was, sebab jika dilakukan lebih dari tiga kali hukumnya makruh jika air tersebut adalah air sendiri.

"Sedangkan air yang dikhususkan atau diinfakkan untuk berwudhu, Anda membasuhnya lebih dari tiga maka hukumnya haram," tandasnya.

Selain itu, jenis air lainnya ada air umum yang dibolehkan untuk umum dipergunakan berwudhu dan mandi maka hukumnya makruh.

Karena itu, umat muslim yang berwudhu perlu memperhatikan batas-batasa wudhu dan tidak berlebihan dalam berwudhu.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Paparkan Keutamaan Surat Al Kahfi, Dianjurkan Dibaca Hari Jumat,

Baca juga: Niat dan Tata Cara Shalat Hajat, Ustadz Adi Hidayat Tekankan Untuk Dilakukan Dengan Benar & Khusyu

Amalan yang kedua adalah banyak langkah ke mesjid atau dengan kata lain yakni meramaikan mesjid untuk beribadah.

"Wudhu yang benar menjadi sebab Allah menghapus kotoran-kotoran dosa tangan, wajah, mata, mulut, telinga, dan dosa anggota tubuh lainnya. Dengan melangkahkan kaki ke mesjid juga menjadi sebab dihapus dosa kita dan diangkat derajat kita," paparnya.

Selanjutnya adalah menanti waktu shalat. Hal ini adalah sebuah kesunnahan dan mendapatkan pahala.

"Anda melakukan shalat, kemudian Anda menanti waktu shalat berikutnya, di masa penantian ini adalah masa Anda diangkat derajat Anda dan dihapus dosa Anda," ucap Buya Yahya.

Buya Yahya
Buya Yahya (youtube Al-Bahjah TV.)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved