Berita Banjarbaru

Sebanyak 39 Ternak Positif Penyakit Mulut dan Kuku di Kalsel Sudah Sembuh

Sebanyak 33 sapi di Desa Bumi Jaya dan 6 sapi di Desa Pandulangan dinyatakan Disbunnak Kalsel telah sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Sapi milik peternak di wilayah Kelurahan Kebun Sari, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (17/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebanyak 39 hewan ternak yang terkonfirmasi positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kalimantan Selatan (Kalsel), dinyatakan telah sembuh.

Sebelumnya, 39 tenak terdiri dari 33 ekor sapi di Desa Bumi Jaya Kabuptaen Tanah Laut (Tala) dan 6 di Desa Pandulangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), terkonfirmasi positif berdasarkan hasil uji Balai Veteriner Banjarbaru. Dalam perkembangan, semua dinyatakan telah sembuh.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, Senin (30/5/2022), mengatakan tim kesehatan hewan daerah bekerja sama dengan tim kesehatan hewan provinsi memberikan pengobatan, vitamin, biosekuriti yang ketat, serta pengetatan lalu lintas ternak.

Alhamdulilah, berkat berbagai upaya dan langkah itu, saat ini 39 ternak sudah sembuh," ujarnya.

Pihaknya bersama tim terpadu dari berbagai instansi mampu mengendalikan penyebaran PMK di dua lokasi tersebut. Sampai saat ini, tidak ada laporan penyebaran PMK diwilayah lain di Kalimantan Selatan.

Baca juga: VIDEO Ketika Peternak Itik di Kabupaten Hulu Sungai Utara Ini Terpaksa Kosongkan Kandang

Baca juga: Penuntut Umum Belum Siap, Sidang Tuntutan Dugaan Korupsi Mantan Kadis ESDM Tanbu Dijadwal Ulang

Baca juga: VIDEO Vonis bagi Mantan Pegawai Bank di Banjarmasin Penjara 5 Tahun, Pakai Uang Nasabah untuk Judi

Upaya tim kesehatan hewan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, baik pada ternak terduga maupun ternak sehat lainnya yang berpotensi terdampak oleh penyebaran virus ini, telah menunjukkan hasil yang signifikan

Hal ini ditunjukkan angka kesembuhan ternak terduga yang terus meningkat.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2022, Disbunnak Kalsel juga menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir untuk membeli hewan kurban dan tetap dapat mengkonsumsi dagingnya.

Daging yang dihasilkan dari hewan yang terinfeksi PMK dan dipotong di rumah potong hewan yang ditunjuk pemerintah, dapat dikonsumsi masyarakat melalui prosedur penanganan yang tepat.

Selain itu, Disbunnak Kalsel juga memastikan, masyarakat dapat membeli hewan kurban yang sehat dan bebas PMK untuk keperluan saat Idul Adha 1443 H.

Baca juga: Imbau Pemilik Senjata Api Rakitan Serahkan Senpinya, Kapolres Tabalong Yakin Tak Hanya Ini

Baca juga: Dugaan Anak Tenggelam di Kabupaten Tabalong Kalsel, Relawan dari Kandangan Ikut Mencari

Baca juga: Sebut Mukjizat, Ibu dan Bocah Mengapung di Laut Sebelum Dievakuasi ke Kabupaten Kotabaru Kalsel

Karena sampai saat ini, tidak terjadi penambahan kasus di wilayah lain, selain dua desa yang terpapar PMK tersebut di atas.

“Ternak kurban juga akan dipastika sehat dan bebas PMK berdasarkan pemeriksaan Dokter Hewan di wilayah masing-masing. Ternak kurban yang berasal dari luar daerah juga dipastikan aman, karena Kalsel hanya memberikan izin pemasukan dari daerah yang masih dinyatakan bebas PMK dan wajib menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang menyebutkan bahwa ternak tersebut sehat dan bebas PMK,” jelasnya.

Pihak Disbunnak Kalsel juga terus bergerak cepat dalam upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Mengingat, sejak mewabahnya PMK di Jawa Timur, sebagai wilayah yang dekat dan berbatasan langsung dengan daerah itu memiliki risiko tertular cukup tinggi, menyebabkan ditemukannya beberapa ternak terindikasi terinfeksi.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved