Haji 2022

Jaga Kesehatan Hadapi Tes PCR Calon Jemaah Haji Tabalong Ini Konsumsi Vitamin dan Olahraga

Calon haji dari Kabupaten Tabalong rutin minum vitamin, suplemen, jogging, sebagai persiapan fisik untuk jalani ibadah di Tanah Suci.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
Tes PCR yang dijalani calon haji di Covid Center RSUD H Usman Dundrung, Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (9/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sesuai ketentuan, calon haji yang berangkat tahun ini harus menjalani proses pemeriksaan PCR 72 jam sebelum pemberangkatan.

Untuk itu, 258 orang calon haji dari Kabupaten Tabalong yang masuk pada keloter 1 pemberangkatan, menjalani tes PCR saat Kamis (9/6/2022) di Covid Center RSUD H Usman Dundrung.

Pengambilan sampel dilakukan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong. Sedangkan pemeriksaan sampe dilakukan di BBTKL di Kota Banjarbaru dan di laboratorium RS Pertamina Tanjung.

Terkait proses pemeriksaan PCR yang harus dijalani, seorang calon jemaah Haji 2022, yakni Sujadi (53), mengakui telah mempersiapkan diri sejak awal dengan menjaga kondisi fisik dan kesehatannya.

Cara yang dilakukan, yakni rutin mengonsumsi vitamin, juga berolahraga,  jogging sekitar satu jam setiap.pagi.

Baca juga: VIDEO Calon Haji Kabupaten Tabalong Jalani Tes PCR di Covid Center RSUD H Usman Dundrung

Baca juga: Diberangkatkan ke Asrama Haji Banjarbaru Sabtu,  258 CJH Tabalong Diangkut 9 Bus dan 2 Truk Barang

"Hari ini tes dijadwalkan semuanya berakhir, kemudian mudah-mudahan besok hasilnya diperoleh. Mudah-mudahan hasil negatif, semua jamaah kita bisa berangkat," katanya.

Selain melakukan persiapan fisik dan mental, lanjutnya, perlengkapan lainnya baik pribadi maupun sesuai arahan kemenag untuk berangkat haji ini juga telah disiapkan.

Barang pribadi yang rencananya dibawa, antara lainobat-obatan, vitamin dan juga kemungkinan membawa mi instan.

Masih kata Sujadi, rencananya berangkat bersama sang isteri setelah menunggu 12 tahun, sejak mendaftar pada 2010.

"Seandainya tidak ada pandemi, Insya Allah berangkat pada 2020. Karena ada pandemi, tertunda dua tahun, jadi berangkat tahun ini. Jadi tunggunya 12 tahun. Tapi Alhamdulillah yang penting, kami sehat, bisa melaksanakan," ucapnya.

Baca juga: Narkoba Kalsel - Kabur Melihat Polisi dari CCTV, Penjual Sabu di Tabalong Dibekuk di Lahan Rawa

Baca juga: VIDEO Kasus Pembunuhan di Asamasam Kalsel Digelar, Kembar Disebut Seperti Artis Korea

Calon jemaah haji lainnya, Suhaipi (54) , juga akan berangkat bersama isteri. Persiapannya, menjaga kesehatan untuk menghadapi tes PCR yang dilaksanakan sebelum pemberangkatan.

"Kami mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan dan juga minum suplemen mejelang tes PCRi," kata warga Desa Jaro ini yang menunggu 12 tahun untuk berangkat haji.

Dia pun berharap semua yang menjalani tes PCR bisa mendapatkan hasil negatif, sehingga bisa berangkat haji sesuai jadwal yang ditetapkan.

Kemudian untuk keberangkatan, dirinya bersama sang isteri juga telah melakukan persiapan, baik finansial maupun rohani. Termasuk juga bersiap berencana membawa bekal makanan.

"Memang informasinya nanti katering 3 kali sehari. Cuma, kami siap juga bawa bekal makanan," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved