Berita Tanahlaut
Tak Terjamah Sinyal, Warga Tebingsiring Tala Naikkan Modem Internet Gunakan Bambu Setinggi Ini
Masih banyaknya area blank spot di Tanahlaut membuat warga menggunakan bambu untuk menaikkan modem
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejumlah tempat di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga kini masih dalam keadaan blank spot area (BSA).
Beragam cara pun dilakukan agar bisa mengakses internet yang kini menjadi kebutuhan dalam aktivitas kehidupan.
Di Desa Tebingsiring, Kecamatan Bajuin misalnya.
Sejak beberapa waktu silam hingga hari ini Jumat (24/6/2022), guna mendapatkan sinyal yang memadai supaya bisa internetan, warga setempat mesti menggunakan modem yang diletakkan di tempat yang tinggi.
Cara yang dilakukan cukup unik.
Warga memasukkan modem ke dalam toples plastik ukuran kecil seperti toples sosis agar aman dan terhindar hujan.
Baca juga: Dukung Belanja Produk Dalam Negeri, Sulamta Sebut Realisasi di Kabupaten Tala Capai Sebanyak Ini
Guna menghindari panasnya sengatan matahari, toples itu diselubungi kain.
Kemudian toples plastik tersebut ditarik ke atas menggunakan tali nilon.
Tiangnya menggunakan bambu setinggi sekitar delapan meter hingga sepuluh meter.
Agar lebih tinggi lagi, sebagian warga memajang bambu tersebut di dahan pohon mangga atau pohon sejenis yang ada di sekitar rumah.
Saat menarik modem tersebut, sepintas persis bagai orang yang menaikkan sangkar burung.
Juga mirip seperti orang yang menarik bendera.
Video seorang ibu rumah tangga warga Tebingsiring menaikkan modem dengan cara itu pun menyebar di sosial media dan mendapat komentar cukup banyak. Video itu juga banyak diteruskan oleh sejumlah akun.
Pada video tersebut terdengar percakapan.
Ibu rumah tangga itu menuturkan modem 'mengudara' sekitar lima jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Setiawati-warga-Tebingsiring-meletakkan-modem-di-dalam-toples-plastik.jpg)