Berita Tanahlaut

Tak Terjamah Sinyal, Warga Tebingsiring Tala Naikkan Modem Internet Gunakan Bambu Setinggi Ini

Masih banyaknya area blank spot di Tanahlaut membuat warga menggunakan bambu untuk menaikkan modem

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
TANGKAPAN LAYAR VIDEO PADA AKUN TANAH LAUT DALAM BERITA
Setiawati, warga Tebingsiring, meletakkan modem di dalam toples plastik untuk dinaikkan ke puncak bambu ditarik dengan tali nilon. Ini cara warga setempat agar bisa internetan. 

Ibu rumah tangga itu menuturkan modem 'mengudara' sekitar lima jam.

Biasanya pada durasi tersebut power drop dan harus di-charge ulang.

Warga Tebingsiring itu menuturkan hanya dengan cara itu agar bisa internetan.

Cara lainnya yakni pergi ke tempat yang tinggi seperti ke gunung.

"Itu yang di video tersebut Bu Setiawati atau Bu Tia, warga RT 09 Dusun 2. Ya memang warga di kampung saya rata-rata menaikkan modem ke atas seperti itu kalau ingin internetan," jelas Kepala Desa Tebingsiring Ketang Subagyo kepada banjarmasinpost.co.id via telepon.

Wilayah desanya memang cukup jauh dari ibu kota kabupaten.

Selain itu topografi alamnya juga berupa perbukitan dan pegunungan serta banyak hamparan perkebunan kelapa sawit sehingga sinyal telepon seluler sangat lemah.

"Di titik-titik tertentu memang ada sinyal. Contohnya di rumah saya, di teras tidak ada tapi di dapur ada sinyal. Tapi cuma bisa untuk teleponan atau whatsapp (WA), kalau membuka foto atau video tak bisa. Muter-muter terus sampai ikut pusing kepala," sebutnya.

Baca juga: Sukamta, Pemimpin Sederhana dan Pantang Menyerah, Bupati Tala Menginspirasi Generasi Kawula Muda

Namun di kantor desa, jelas Ketang, saat ini telah ada perangkat internet sehingga warga yang ingin internetan bisa mendekat ke balai desa.

Karena itu tiap saat kantor desa cukup ramai.

Hal itu dikarenakan radius cakupan sinyal internetannya juga masih terbatas.

"Hanya sekitar 10 meter saja. Jadi, ya harus mendekat ke balai desa bagi warga yang ingin internetan. Kalau tak mau ke balai desa ya pakai cara menaikkan modem," tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan beberapa waktu lalu dirinya telah berkomunikasi dengan pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tala membahas BSA di kampungnya.

"Saat itu kami sudah ditanyai apakah siap menyediakan lahan untuk pemasangan BTS (based transciever station), saya bilang siap. Tapi hingga sekarang belum ada kabar lanjutannya," ucap Ketang.

Pihaknya sangat berharap operator telepon seluler bisa memperluas jaringan dan menjamah kampungnya yang terdiri atas tujuh dusun 17 RT.

"Penduduk desa kami 700-an KK atau sekitar 3.000 jiwa dan hampir semua memerlukan sinyal internetan," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved