Tajuk

Tajuk - Tertibkan Dulu di Depan Mata

MyPertamina juga akan digunakan untuk pembelian LPG 3 kg atau gas melon. Hal itu dilakukan dengan alasan agar subsidi tepat sasaran

Tayang:
Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ada rencana pembelian elpiji subsidi 3 kilogram harus memakai aplikasi. Wacana ini menyusul aturan pembelian BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina.

MyPertamina juga akan digunakan untuk gas melon. Hal itu dilakukan dengan alasan agar subsidi tepat sasaran.

Berdasar Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007, elpiji 3 kilogram hanya untuk rumah tangga miskin dan usaha mikro, kecil serta menengah.

Adapun masyarakat mampu dapat menggunakan elpiji nonsubsidi yaitu Bright Gas dengan ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Salah satu pengawasan terhadap penggunaan elpiji bersubsidi yang dilakukan pemerintah kabupaten kota adalah melakukan sidak ke rumah makan, restoran dan hotel. Bahkan, sebagian pemeritah kabupaten kota melarang PNS-nya memakai elpiji subsidi.

Di banyak tempat dan kesempatan saat sidak, tim yang terdiri atas Pertamina, Satpol PP, bagian ekonomi tidak memberikan sanksi pada pihak yang melanggar penggunaan elpiji bersubsidi.

Nah yang dilakukan tim adalah mengganti pemilik tabung gas tersebut berupa satu tabung gas 5,5 kilogram untuk 2 tabung gas 3 kilogram yang diambil.

Memang sudah ada upaya agar pendistribusian elpiji bersubsidi tepat sasaran dengan cara memanfaatkan kartu kendali seperti yang diberikan pemerintah untuk memberikan fasilitas lain pada warga miskin.

Upaya lain dengan memanfaatkan perangkat desa untuk mendistribusikannya. Mereka adalah pihak yang paling tahu dengan kondisi warganya sehingga bisa diminta untuk memastikan agar penyaluran elpiji 3 kilogram benar-benar dilakukan pada warga miskin.

Di sisi lain, elpiji subsidi malah dijual bebas di banyak warung, tiap gang sehingga sangat memungkinkan terjadinya penyelewengan gas subsidi. Bukan hal aneh, jika seorang remaja, ibu atau pria memakai roda empat dengan mudah membeli elpiji subsidi yang djjual di warung-warung.

Sesuaii pernyataan Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Irto Ginting, rencana registrasi LPG bersubsidi belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pertamina masih akan fokus untuk penerapan penyaluran BBM subsidi tepat bagi masyarakat yang sudah melakukan registrasi di website MyPertamina.

Seperti diketahui, mulai 1 Juli 2022 Pertamina membuka pendaftaran kepada konsumen yang berhak menggunakan BBM subsidi jenis pertalite dan solar via aplikasi MyPertamina. Artinya, untuk penertiban penyalahgunaan elpiji subsidi saat ini jauh baik di pemerintah kabupaten kota di Indonesia dengan melibatkan semua pihak terkait.

Siapa yang berhak memakai elpiji subsidi datanya ada di pemerintah kabupaten kota. Bahkan, siapa-siapa saja yang menyalagunaan elpiji subsidi sangat mudah dilacak dan dideteksi. Tinggal komiten pemerintah kabupaten kota saja untuk menjaga agar penyaluran elpiji subsidi itu tetap sasaran.

Dari sisi pedagang, mereka menilai rencana pembelian elpiji subsidi dengan aplikasi itu bakal mempersulit penjualan. Apalagi konsumen LPG 3 kilogram adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Sulit sekali untuk diterapka karena tak semua masyarakat melek IT dan punya hape yang mendukung. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved