Religi

Amalan Puasa di Bulan Muharram, Ustadz Abdul Somad Sebut Lebih Afdhol 3 Hari Tanggal 9, 10, dan 11

Ustadz Abdul Somad beri penjelasan tentang amalan sunnah yang baik dikerjakan selama Bulan Muharram. Ya kita akan masuk 1 Muharram 1444 Hijriyah

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
bbcgoodfood.com
Ilustrasi puasa . Di bulan Muharram ini akan beberapa puasa sunnah yang baik untuk dikerjakan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak lama lagi kaum muslim menyambut datangnya tahun baru 1 Muharram 1444 Hijriyah. Ustadz Abdul Somad menjelaskan amalan puasa yang hanya ada di Bulan Muharram.

Bulan Muharram sendiri adalah bulan pertama di antara 12 bulan dalam sistem kalender Islam, yang mana berarti masuk tahun baru di kalender hijriyah.

Ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan di Bulan Muharram, amalan paling afdhol dilaksanakan ialah puasa sunnah.

Bahkan ada puasa khusus yang hanya ada di Bulan Muharram, tidak dijumpai di bulan-bulan lainnya.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Shalat Dhuha, Berikut Waktu Terbaik Pengerjaan Shalat Sunnah ini

Baca juga: Keistimewaan Puasa Asyura Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, Bersyukur dan Meneladani Nabi Muhammad SAW

Amalan tersebut sunnah dilaksanakan pada 10 Muharram, ada juga puasa yang dilaksanakan sehari sebelumnya yaitu 9 Muharram.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan di bulan Muharram satu satu puasa sunnah khusus yang tidak dijumpai di bulan-bulan lain, yaitu puasa Asyura.

"Puasa Asyura adalah tanggal 10, namun yang paling bagus puasa itu adalah 9, 10, 11 tiga hari, kalau tidak sanggup tiga hari pilih dua hari 9 dan10 Muharram," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube TAMAN SURGA. NET.

Hal tersebut diperintahkan atau dianjurkan Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam, puasa selama tiga hari bertujuan untuk menyelisihi atau membedakan dengan kaum Yahudi di Madinah yang juga melaksanakan puasa di tanggal 10 Muharram.

Pendakwah yang karib disapa UAS menceritaka, di Madinah ada tiga suku kaum Yahudi, yakni Yahudi Bani Nadhir, Yahudi Bani Quraidhah, dan Yahudi Qainuqa.

"Suku Yahudi tersebut tidak makan dan minum pada tanggal 10 Muharram, Nabi bertanya, 'Ma hadza?' mereka menjawab 'Ha dza yaumun sholihun' Ini adalah hari yang baik, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir'aun laknatullah. Mereka bersyukur kepada Allah dengan berpuasa di tanggal 10 karena Allah telah menyelamatkan Nabi Musa," paparnya.

Nabi Muhammad SAW merasa lebih berhak atas Nabi Musa As, maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa tersebut.

Sehingga tentang puasa Asyura, tidak ada ikhtilaf antara ulama, diriwayatkan berdasarkan hadist shahih sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: dr Zaidul Akbar Bongkar Rahasia Rempah dan Rimpang bagi Tubuh, Antiaging dan Atasi Sinusitis

Baca juga: Cara Menghilangkan Penyakit Hati, Begini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah

"Karena itu bagi yang berbadan sehat khususnya perempuan yang banyak punya utang puasa, dengan berpuasa Asyura 9, 10, dan 11 Muharram maka sudah bisa mengganti tiga hari puasa yang ditinggalkan," tuturnya.

Dalam mengqadha puasa wajib di bulan Muharram yang tertinggal misalnya karena haid, menyapih anak, hamil, atau nifas, maka cukup niat qadha maka akan mendapatkan pahala puasa sunnah Asyura, terlebih misalnya puasa di Senin dan Kamis, maka akan mendapatkan tiga pahala sekaligus.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved