tahun

Adakah Amalan 1 Muharram? Buya Yahya Ingatkan Berpegang Pada Hadist Shahih

Buya Yahya terangkam a,alan sunnah di Bulan Muharram. Diketahui dalam waktu dekat kita akan memasuki Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
kanal youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya terangkan soal amalan bulan Muharram 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hitungan hari menuju pergantian tahun menuju  Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah, yang mana dimulai Bulan Muharram. Buya Yahya menjelaskan kebenaran fakta amalan 1 Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan pertama di antara 12 bulan di kalender tahun Islam.

Umat Islam pun dianjurkan mengerjakan amalan-amalan sunnah di Bulan Muharram.

Sebagaimana diketahui, ada puasa sunnah pada tanggal 9 dan 10 Muharram, yaitu puasa Tasu'a dan Puasa Asyura.

Baca juga: Doa Ketika Mengenakan Pakaian, Buya Yahya Jelaskan Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Waktu Pelaksanaan Niat Puasa Asyura, Buya Yahya Uraikan Ketentuan Digabung dengan Qadha Ramadhan

Adakah amalan pada tanggal 1 Muharram?

Buya Yahya menjelaskan banyak riwayat-riwayat yang tidak benar disusupkan dalam Islam, dan banyak diikuti oleh kaum muslim.

"Termasuk puasa di akhir tahun dan awal tahun akan diampuni dosa 50 tahun, ini jelas riwayat yang bohong, karena akhir tahun dan awal tahun ada pada zaman Sayyidina Umar bin Khattab bukan pada zaman Nabi SAW, yang mencetuskan awal tahun baru adalah Sayyidina Umar," terang Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Meski riwayat yang bukan berasal Nabi Muhammad SAW, namun amalan itu cukup digemari.

Amalan di bulan Muharram cukup hadist shahih yang dapat dijadikan landasan ibadah atau amalan sunnah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam."

"Hadist itu sudah cukup, tidak perlu menggunakan riwayat-riwayat palsu, riwayat-riwayat aneh, maka puasa di akhir dan awal tahun tidak ada dalil yang benar," tegasnya.

Baca juga: Cara Menghilangkan Penyakit Hati, Begini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah

Baca juga: Bacaan Surat Al Kahfi Arab dan Latin, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Keutamaanya

Perihal membaca Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, atau Surah Yasin hukumnya mubah atau boleh jika dianjurkan oleh ustadz atau guru kepada santri-santrinya. Namun dilarang mengatakan jika amalan itu dinisbatkan atau dianjurkan oleh Nabi Muhammad, sebab tidak ada dalinya.

Ini adalah bentuk ajaran baik kepada santri agar memperbanyak kegiatan positif atau amal shaleh daripada mengerjakan hal yang tidak berguna.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved