Pencuri Alis dan Kelopak Mata

Tersangka Pencuri Kulit Alis dan Kelopak Mata Jenazah Diobservasi di RSHD Barabai Kalsel

Penyidik Satreskrim Polres HST memeriksakan tersangka pencuri alis dan kelopak mata jenazah, Sayuti, di RSUD H Damanhuri (RSHD) di Barabai, Kalsel.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Tersangka pencuri kulit dan kelopak mata jenazah, Sayuti (65), saat digiring ke Polres Hulu Sungai Tengan di Kota Barabai, Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tersangka pencuri kulit alis dan kelopak mata puluhan jenazah, Sayuti (65), kini menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Tempat pemeriksaannya di ruang rawat inap jiwa Rumah Sakit H Damanhuri (RSHD) di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pemeriksaan tersebut atas permintaan Polres HST untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka.

Kepala Polres HST melalui Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satreskrim, Iptu Suradi, mengatakan, saat ini tersangka masih diobservasi di rumah sakit tersebut.

Baca juga: Kakek Curi Kulit Alis dan Kelopak Mata Jenazah di Kabupaten HST untuk Ilmu Kebal dan Jimat

Baca juga: Sorot Aksi Pencurian Alis dan Kelopak Mata Jenazah di Barabai Kalsel, MUI HST Sebut Perbuatan Syirik

Baca juga: BREAKING NEWS : Beraksi Curi Alis dan Kelopak Mata Jenazah, Kakek di HST Kalsel Diamankan Polisi

“Diobservasi sudah empat hari untuk memastikan apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak,” kata Suradi, kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (24/7/2022).

Mengenai berapa lama observasi dilakukan, menurut Suradi, biasanya minimal 7 hari dan malksimal 14 hari. Namun,  tergantung hasil pemeriksaan dokter spesialis jiwa di RSUD H Damanhuri tersebut.

Bagaimana jika hasil pemeriksaan tersangka mengalami sakit jiwa? Suradi menyatakan, penyidikan tetap dilanjutkan, sampai perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan.

Sedangkan untuk proses hukum selanjutnya, majelis hakim yang memutuskan apakah nanti terbukti mengalami gangguan jiwa.

Baca juga: Diduga Hindari Tabrakan, Satu Mobil Seruduk Bangunan di Jalan Perdagangan Banjarmasin

Baca juga: Rentan Alami Kecelakaan Saat Bertugas, Sopir Damkar di Banjarmasin Jalani Pelatihan Mengemudi

Diberitakan sebelumnya, kakek warga Matang Hambawang RT 06 Desa Benawa Tengah, Kecamatan Barabai, Kabupaten HST, Kalsel, tersebut kepergok anak korban Misrah (48).

Kakek itu mencuri kulit alis dan kelopak mata jenazah Sandariah (80) dengan cara mengiris bagian organ luar tubuh jenazah tersebut dengan pisau silet pada 12 Juli 2022, sekitar pukul 09.30 Wita.

Misrah kaget melihat itu, namun tak berani menegur karena khawatir tersangka  saat itu membawa senjara tajam.

Tersangka yang terlihat gugup, langsung memasukkan hasil curiannya ke saku celana, lalu pulang.

Baca juga: Ceburkan Diri ke Sungai Usai Serang Penonton Japin di Tapin Kalsel, Pria Ini Ditemukan Tewas

Baca juga: Rumah Sakit Darurat Covid-19 Tanbu Dibobol Maling, Pencuri Angkut Fasilitas Karantina

Cari aksi tersangka, sebelumnya datang melayat ke rumah duka. Kemudian, melakukan aksinya tersebut di saat keluarga almarhumah tak berada di dekat jenazah.

Berdasarkan laporan Misrah, petugas Satreskrim Polres HST kemudian menggeledah rumah tersangka dan menemukan total 88 pasang barang bukti yang diduga dicuri dari 44 jenazah.

Tersangka mengaku motif melakukan pencurian itu untuk ilmu kebal dan untuk jimat dan pernah diminta orang yang datang kepadanya.

Tersangka kemudian ditangkap dan dimasukkan sel tahanan Polres HST untuk menjalani proses hukum. 

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved