Selebrita
Kondisi Ameena Picu Kekhawatiran Atta Halilintar, Putri Aurel Sampai Dibawa ke Dokter
Kondisi Ameena Hanna Nur Atta membuat Atta Halilintar khawatir. Ternyata putri Aurel Hermansyah itu sakit. Ini keadaan cucu Krisdayanti, Ashanty itu.
Penulis: Danti Ayu Sekarini | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sedang dalam kondisi yang kurang sehat, Ameena Hanna Nur Atta membuat Atta Halilintar khawatir.
Putri Aurel Hermansyah tersebut bahkan sampai dilarikan sang ayah ke dokter untuk memastikan kondisinya.
Lantas apa yang terjadi pada cucu Krisdayanti, Ashanty, Gen Halilintar dan Anang Hermansyah itu?
Baru memiliki seorang putri, tentu rasa khawatir kerap menyelimuti orangtua kala melihat anak mereka dalam kondisi yang tidak sehat.
Baca juga: Kecurigaan Ayu Ting Ting pada Keadaan Ruben Onsu Mencuat, Soroti Kulit Ayah Betrand Peto Itu
Baca juga: Baju Bikini Angelina Sondakh Terekam, Ini Nasibnya Setelah Janda Adjie Itu Putuskan Berhijab
Apalagi jika buah hati mereka tersebut masih berusia amat kecil.
Hal ini lah yang kini tengah dirasakan oleh Atta Halilintar suami dari Aurel Hermansyah.
Pasalnya lewat akun instagram miliknya, Selasa (26/7/2022) Atta Halilintar mengabarkan kondisi Ameena yang sedang sakit.
Meski demikian Atta tak menyebutkan secara rinci sakit yang kini sedang dialami putrinya tersebut.
Menantu Anang Hermansyah ini memilih bergerak cepat dengan membawa Ameena langsung menemui dokter.
Tampak dalam video yang dibagikan Atta, cucu Krisdayanti tersebut sedang diperiksa.
Baca juga: Kehidupan Nisya Ahmad Tak Lagi di Rumah Raffi Ahmad dan Nagita, Tante Rafathar Terekam Jualan Tas
Baca juga: Fakta Uang Nafkah untuk Dewi Perssik Diungkap Ayah Angga Wijaya, Depe Diberi Tiap Bulan Sekali
Dipangkuan sang pengasuh, tubuh Ameena ditiharapkan saat dokter memeriksa bagian tulang belakangnya.
“Cepat sembuh ya nak,” tulis Atta yang khawatir.

Namun walau sedang dalam kondisi sakit, tampak dalam beberapa video yang dibagikan melalui akun instagram Atta dan Aurel, Ameena ini masih ceria seperti biasa.
Bahkan terlihat Ameena masih diboyong Krisdayanti sang nenek untuk bepergian saat kedua orangtuanya tengah sibuk.
Sebelumnya, Ameena juga sempat dipertemukan Krisdayanti dengan Raul Lemos yang sedang berada di Jakarta.
Baca juga: Nasib Uang Rp 500 Juta untuk Bonge Kala Baim Wong dan Paula Batal Daftarkan Citayam Fashion Week
Baca juga: Postingan Pengasuh Kuak Kondisi Arsy Kala Ikuti WCOPA 2022, Suteng Pamer Penampilan Putri Ashanty
Meski berstatus sebagai ayah sambung, rupanya perhatian Raul Lemos pada anak-anak Krisdayantitak kalah dengan Anang Hermansyah.
Hal tersebut juga ditunjukan Raul pada Ameena sang cucu yang kini semakin menggemaskan.
Meski jarang bertemu lantaran kesibukannya bekerja di Timor Leste, ayah dari Amora dan Kellen tersebut tampak tak ingin melewatkan waktu kala dipertemukan dengan Ameena.
Bukti sayang sang suami pada cucu barunya tersebut ditunjukan Krisdayanti lewat unggahan sejumlah foto di akun instagram pribadinya, Senin (25/7/2022).
Tampak dalam momen tersebut sebelum kembali disibukan dengan rutinitas pekerjaannya, Raul Lemosyang sedang berada di Jakarta menyempatkan diri untuk lebih dulu mengadakan makan malam bersama Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar.
Tak ketinggalan Ameena juga turut diboyong dalam acara kumpul keluarga tersebut.
Menariknya dari foto-foto yang dibagikan KD, sepanjang momen makan malam berlangsung Raul Lemos enggan melepaskan Ameena dari gendongannya.
Bahkan tampak pria 52 tahun itu begitu memanjakan Ameena tak kalah dari Krisdayanti yang gemar menghabiskan waktu dengan cucu pertamanya itu.
“Sebelum kembali bekerja Gemmi dan avonm main dan makan malam sama anak, menantu, dan cucu. Semoga terus bergembira dan terjaga baik hati kita beraama dan sehat terus,” tulisnya.
Selain terus memeluk Ameena, tampak juga kedekatan Raul yang merangkul tubuh Atta serta Aurel sesaat sebelum kepulangan mereka.
Keharmonisan Krisdayanti dan Raul Lemos bersama anak dan cucunya itu lantas mendapat pujian dari Heidy Sunan dan sejumlah warganet lainnya.
“Hetifah : gemesh,”
“Heidysunan : Stay healthy and happy mi,”
“evha4871 : sehat selalu semuanya. Gemesss lihat bayii Ameena,”
“Juwita88___: keluarga terkece sukses semua terkenal semua MasyaAllah sehat bahagia selalu,”
“Shahtyshan : Masyaallah senyum Ameena bahagia sekali kumpul bersama nenek kakeknya semoga bahagia selalu dan tetap dalam lingungan Allah aamiin,”
Baca juga: Sinetron Taaruf Cinta Karya Penulis Asli Ikatan Cinta Tayang di SCTV, Amanda Manopo Cs Terancam
Baca juga: Penyakit Putri Delina Mencuat di Tengah Sule dan Nathalie Mau Cerai, Efek Anak Lina Nekat Makan Ini
IDAI: Waspadai 10 Penyakit yang Mengintai Anak di Musim Hujan
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orangtua untuk meningkatkan kewaspadaan, terhadap berbagai potensi penyakit yang bisa menyerang anak-anak di musim hujan saat ini.
Pada saat musim hujan, umumnya intensitas curah hujannya akan lebih meningkat dan berpotensi memicu terjadinya banjir dan bencana alam lainnya, termasuk berbagai penyakit menular.
Dokter Spesialis Anak Su Spesialisasi Penyakit Infeksi Tropik dan Pengurus Pusat IDAI, Dr Nina Dwi Putri SpA(K), MSc(TropPaed) mengatakan, ada beberapa mode penularan yang disebabkan oleh hujan dan banjir ini.
"Beberapa penyakit dapat ditularkan melalui air yang terkontaminasi dan higienitas lingkungan tempat tinggal yang bisa memburuk akibat hujan atau banjir," kata Nina dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (25/2/2022).
Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI telah menghimpun 10 penyakit yang dapat menyerang anak-anak selama musim hujan yakni sebagai berikut.
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau juga disebut Dengue Fever adalah penyakit infeksi yang dapat mengenai anak-anak, yang rentan terjadi saat musim hujan dan banjir.
Penyakit ini merupakan akibat infeksi virus yang dibawa oleh nyamu, yang memang banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis.
Nina menjelaskan, genangan air dapat digunakan sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk dan berpotensi meningkatkan paparan infeksi dengue.
"Infeksi virus dengue adalah salah satu penyakit umum yang menyerang anak-anak dan orang dewasa di musim hujan. Itu terjadi di daerah tropis," kata dia.
Gejala DBD yang harus diwaspadai adalah ruam, demam tinggi, nyeri otot dan sendi.
Cara terbaik untuk menghindari peluang anak-anak dan keluarga Anda dari penyakit DBD adalah dengan menerapkan 3M plus untuk memberantas sarang nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk.
3M Plus yaitu, pertama menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampungan air lemari es dan lain-lain.
M yang kedua, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air dan lain-lain. Ketiga, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
2. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.
Penyakit ini ditularkan melalui kontak kulit atau selaput lendir dengan tanah, lumpur, ataupun air yang terkontaminasi dengan urin hewan pengerat yang terinfeksi bakteri Leptospira.
"Bahkan jika anak Anda mengalami luka kecil di kakinya, ia harus berhati-hati agar tidak masuk ke air yang terkontaminasi," ujarnya.
Beberapa gejala penyakit leptospirosis yang harus diwaspadai adalah demam tinggi, sakit kepala, pendarahan, nyeri otot, menggigil, mata merah, dan muntah.
Jika tidak ditangani segera dengan baik, leptosirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, serta berisiko kematian.
3. Influenza
Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza.
Penyakit infuenza umumnya ditandai dengan demam, nyeri otot dan kepala, sakit menelan, lesu, dan dapat disertai gejala infeksi saluran napas.
"Sulit membedakannya dengan gejala Covid-19. Untuk itu, perlu pemeriksaan swab SARS-CoV-2," jelasnya.
Sebab, saat ini virus SARS-COV-2 penyebab Covid-19 terutama varian Omicron juga menyebabkan infeksi dengan gejala yang hampir serupa influenza.
4. Infeksi Jamur
Nina mengatakan, pada saat musim hujan seperti saat ini, biasanya kulit akan menjadi lembab dan basah sepanjang waktu, sehingga kemungkinan terjadinya infeksi jamur cukup tinggi.
"Kulit harus tetap kering sepanjang waktu. Minta anak-anak Anda untuk mengeringkan diri setelah pulang. Jamur sering berkembang biak ketika kulit lembab dan tidak terkena udara," ujarnya.
5. Infeksi saluran cerna
Sistem pembuangan limbah yang buruk, kebersihan yang tidak terjaga, kepadatan penduduk, dan konsumsi air yang tidak sehat saat banjir, turut menyebabkan infeksi pada saluran cerna.
Nina berpesan, untuk menghindari infeksi dari makanan dan air yang terkontaminasi, sebaiknya orangtua mengharuskan a anak-anak untuk minum hanya air yang bersih dan matang, serta makan makanan yang sehat.
6. Kolera
Kolera adalah diare akut yang disebabkan akibat mengonsumsi makanan atau air terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae.
Bakteri ini biasanya menyebar di dalam air dan menyebabkan diare berat serta dehidrasi.
Masyarakat Indonesia umumnya mengenal Kolera dengan nama Muntaber (muntah berak).
7. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam.
Kondisi ini dapat disebabkan alergi atau infeksi bakteri atau virus. Konjungtivitis bisa sangat menular dan menyebar melalui kontak dengan sekresi mata dari orang yang terinfeksi.
Gejala infeksi pada mata ini ditandai dengan nyeri, mata merah, tidak kuat cahaya, berair, bisa disertai adanya kotoran dan lengket.
"Infeksi ini mudah menular, sehingga jauhkan yang sakit, jangan berbagi handuk dan barang lainnya, dan sering mencuci tangan, agar menekan penularan," ujarnya.
8. Demam tifoid atau tipus
Demam tifoid atau tipus atau disebut juga demam enterik adalah penyakit yang disebabkan oleh Salmonella Typhi dan Salmonella Paratyphi.
Gejalanya berupa demam lebih dari 5 hari, nyeri kepala dan gangguan pencernaan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari infeksi ini dengan cara makanan dan minuman yang bersih agar menean penularan penyakit tipus ini.
9. Hepatitis A
Hepatitis A juga merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi virus hepatitis A, dengan gejala berupa demam, diare, mual, lemas, serta warna kuning pada kulit dan mata.
10. Selesma
Selesma sering terjadi dengan tanda dan gejala batuk pilek. Penyakit yang disebabkan oleh berbagai virus ini paling sering dijumpai pada musim penghujan.
Sama halnya dengan influenza, pada masa pandemi Covid-19, sulit membedakannya dengan infeksi oleh SARS-CoV-2.
Untuk itu, jika Anda ataupun anak-anak Anda memiliki beberapa gejala selesma yang hampir serupa gejala infeksi Covid-19, sebaiknya segera melakukan tes PCR untuk memastikan penyakit yang diderita.
Baca juga: Sindir para Mantan, Celine Evangelista Ungkap Fakta Asli Hubungan dengan Marshel: Dunia Nyata
Baca juga: Ditraktir Reino Barack Beli Perhiasan, Syahrini Pamer Gelang dan Cincin Berjejer di Tangan
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
(Banjarmasinpost.co.id/Dantu Ayu)