Kapuas Kota Air

Mengenal Cacar Monyet Bersama Promkes RSUD Kapuas

dr Erny Indrawati, Dokter Umum Madya dan penanggung jawab Unit Transfusi Darah RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo sosialisasikan pencegahan cacar air.

PEMKAB KAPUAS
Dokter Umum Madya dan penanggung jawab Unit Transfusi Darah RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas, dr Erny Indrawati, bersama penyiar radio Nadia dan Popo Subroto, SKM, setelah siaran berisi edukasi mengenai cacar monyet. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALA KAPUAS - Pihak RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) kembali mengudara di frekuensi 91,4 FM, Kamis (25/8/2022).

Rumah sakit di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, tersebut pada kesempatan kali ini memberikan informasi dan edukasi mengenai cacar monyet. 

Narasumbernya adalah dr Erny Indrawati, Dokter Umum Madya dan penanggung jawab Unit Transfusi Darah RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo, bersama pengelola Promkes RSUD Kapuas, Popo Subroto, SKM.

Disampaikan dr Erny, cacar monyet awalnya menyerang binatang (zoonosis). Kemudian dapat menular pada manusia.

Penyakit ini memiliki gejala seperti CACAR API (SMALLPOX) yang telah dieradikasi (dinyatakan tidak ada lagi), tetapi memiliki gejala yang lebih ringan.

Dokter Umum Madya RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas, dr Erny Indrawati.
Dokter Umum Madya dan penanggung jawab Unit Transfusi Darah RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas, dr Erny Indrawati, saat siaran di radio yang materinya berisi edukasi tentang cacar monyet.

Cacar monyet atau monkeypox ini awalnya menyebar di benua Afrika, terutama di Afrika tengah dan barat, kemudian menyebar ke negara-negara diluar Afrika.

Berdasarkan perkembangannya, pada tahun 1958 di Denmark ditemukan 2 (dua) kasus seperti cacar pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar ini dinamakan “MONKEYPOX”.

Monkeypox pada manusia pertama kali ditemukan di Republik Demokratik Kongo (Zaire) pada tahun 1970, yang kemudian menyebar ke seluruh Afrika, dan pada akhirnya dikatakan sebagai penyakit endemik di negara-negara Afrika tersebut.

Pada tahun 2018, penyakit ini mewabah di negara Nigeria (Afrika), dilaporkan terdapat 116 kasus dengan 8 kematian, pada semua umur, dengan mayoritas dibawah 40 tahun.

Dijelaskan lebih lanjut, sejak bulan Mei 2022, cacar monyet menjadi penyakit yang menjadi perhatian kesehatan masyarakat global.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved