Kapuas Kota Air

Mengenal Cacar Monyet Bersama Promkes RSUD Kapuas

dr Erny Indrawati, Dokter Umum Madya dan penanggung jawab Unit Transfusi Darah RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo sosialisasikan pencegahan cacar air.

PEMKAB KAPUAS
Dokter Umum Madya dan penanggung jawab Unit Transfusi Darah RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas, dr Erny Indrawati, bersama penyiar radio Nadia dan Popo Subroto, SKM, setelah siaran berisi edukasi mengenai cacar monyet. 

Ditambahkannya, pengobatan untuk penyakit ini hanya bersifat simptomatis dan suportif.

Artinya, obat yang diberikan hanya untuk menghilangkan keluhan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini dikarenakan belum ada pengobatan spesifik untuk virus cacar monyet.

Pencegahan untuk mengurangi risiko penularan bagi pelaku perjalanan di negara endemis, yaitu hindari kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi cacar monyet, seperti hewan pengerat, primata, baik hidup maupun mati.

Selain itu, hindari mengonsumsi atau menangani daging yang diburu dari hewan liar, biasakan mengonsumsi daging yang sudah dimasak dengan benar, serta gunakan APD lengkap saat menangani hewan yang terinfeksi.

Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit, segera memeriksakan diri jika mengalami gejala dan menginformasikan riwayat perjalanannya.

Kemudian, mengurangi risiko penularan bagi pelaku perjalanan di negara non-endemis (utamanya penularan dari manusia ke manusia), yaitu dengan cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Hindari kontak tatap muka/ kontak fisik dengan siapa pun yang memiliki gejala atau barang yang terkontaminasi.

Gunakan APD yang sesuai saat merawat penderita, mengurangi kepanikan dan stigmatisasi, dengan pemahaman bahwa,  cacar monyet merupakan penyakit bergejala ringan dengan tingkat kematian sangat rendah.

Gejala-gejala penyakit pada umumnya dapat diobati dan dapat sembuh dengan sendirinya tergantung imunitas penderita.

Serta, dukungan psikososial dapat disediakan bagi penderita selama perawatan dan setelah keluar dari ruang isolasi.

"Jika seseorang mengalami ruam, disertai demam atau sakit, mereka harus segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Memberikan tambahan informasi tentang semua riwayat perjalanan, riwayat kontak seksual, riwayat kontak dengan hewan, sangat membantu dalam memutus rantai penularan penyakit ini," pungkasnya. (AOL/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved