Berita Batola

Karhutla di Batala, BPDB Sebut Terbanyak Titik Api Masih di Kecamatan Kuripan

Titik api terbanyak pada puncak karhutla masih di kawasan Kecamatan Kuripan atau bagian utara. 

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Pusdalop BPBD Batola
Anggota Pusdalop BPBD Batola saat berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Kuripan, 19 Agustus 2022 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO, ID, MARABAHAN - Prediksi puncak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Kuala (Batola) untuk 2022 ini telah berlalu, yakni Agustus tadi. 

Sejumlah catatan titik api pun pun dibukukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola mulai dari antisipasi hingga penanganan. 

Disampaikan Budimansyah, Kepala Pelaksana BPBD Batola, dominasi titik api masih di kawasan Kecamatan Kuripan atau bagian utara. 

"Titik api terbanyak ada di Kecamatan Kuripan, sisanya ada yang di Kecamatan Jejangkit, Alalak dan Cerbon, namun tidak terlalu luas," terangnya saat ditemui, Senin (5/9/2022). 

Baca juga: Perkuat Patroli Karhutla, BNPB Kirim Satu Helikopter Bell ke Kalsel

Baca juga: KPH Tabalong Aktifkan Posko Siaga Karhutla, Empat Titik Kebakaran Sudah Terjadi

Terkait banyaknya titik api di Kecamatan Kuripan, ia pun tidak mengetahui pasti apakah disebabkan cuaca yang panas atau memang aktivitas masyarakat yang membuka lahan atau lainnya. 

Terlepas dari itu, pihaknya pun terus melakukan pemantauan dan turut terjun ke lokasi jika memang diperlukan untuk aksi pemadaman. 

"Namun kita juga selalu sosialisasikan ke masyarakat untuk menghindari pembakaran lahan. Termasuk secara intens berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang beroperasi kawasan rentan Karhutla," timpal Budimansyah. 

Dari data yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Batola, daei 25 Juli hingga 20 Agustus 2022 setidaknya ada lima kebakaran yang mereka tangani. 

Di antaranya di Desa Simoang Nungki Kecamatan Cerbon, Desa Balukung Kecamatan Bakumpai, Desa Jambu Baru, Desa Jambu, Desa Rimbun Tulang, Desa Jerenang Kecamatan Kuripan dan di sekitar Komplek Dalam Sakti Permai, Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak. 

Dari kejadian tersebut, total ada sekitar 32,6 hektar lahan terbakar yang rata-rata merupakan hutan galam, purun dan semak belukar. 

Masih dari keterangan Budimansyah, dari beberapa temuan kebakaran lahan tahun ini, secara umum terbilang sudah jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. 

Baca juga: Cegah Karhutla, Posko Siaga Didirikan di Masjid Al Akbar Balangan 

Hal ini dikarenakan meluasnya pengawasan dan cuaca yang sudah sulit ditebak. Sebab, di status puncak waspada masih terbilang sering turun hujan yang bisa menjadi pembasahan. 

"Di Batola sendiri selain anggota dan relawan yang turun ke lapangan, pengawasan juga dilakukan dengan water booming helikopter BNPB," Pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

 

 

 

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved