Helikopter Jatuh di Tanahbumbu

Gubernur Kalsel Ungkap Tiga Kendala Pencarian Helikopter Jatuh di Gunung Mantewe Tanahbumbu

Pencarian helikopter di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu juga

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri
TIM PENCARI-Pencarian helikopter tipe BK117-D3 milik Eastindo Air, di Desa Gunung Raya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa(2/9/2025). Gubernur Kalsel Ungkap Tiga Kendala Pencarian Helikopter Jatuh di Gunung Mantewe Tanahbumbu 

BANJARMASINPOT.CO.ID, BATULICIN -  Pencarian helikopter di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu juga mendapat perhatian Gubernur Kalsel Muhidin. 

Dia menyempatkan diri meninjau Posko SAR Gabungan di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa siang.

Berdasarkan laporan petugas, Muhidin mengungkapkan kendala yang dihadapi tim. Cuaca buruk membuat pencarian jalur udara terganggu. “Cuaca sedang tidak baik. Cuaca di sana dipenuhi awan tebal,” ujarnya.

Heli, yang hendak melakukan pencarian pada Selasa siang, terpaksa ditunda penerbangannya menunggu cuaca membaik. “Ketika hendak terbang kita selalu berkordinasi dengan BMKG,” kata Gubernur.

Baca juga: Kebun Milik Puluhan Warga Bukitmulya Tanahlaut Terendam, Kades: Hari Ini Cek Lapangan

Baca juga: Basarnas Banjarmasin Sebut Terbangkan Dua Helikopter Pencari di Tanahbumbu Sangat Beresiko 

Muhidin juga menyebut medan yang sulit karena berada di hutan asli yang lebat atau belum terjamah manusia. Di samping sinyal telekomunikasi yang buruk. “Saat ini kita lepas komunikasi  dengan tim di lapangan,” ujarnya.

Basarnas Banjarmasin sebut meneerbangkan dua helikopter pencari di Tanahbumbu sangat beresiko 

Selain melalui darat, pelacakan helikopter BK 117-03 dengan nomor register PK-RGH, yang hilang kontak di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu, dilakukan melalui udara, Selasa (2/9). Heli yang membawa delapan penumpang itu hilang pada Senin (1/9) pukul 08.54 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin I Putu Sudayana, selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) atau mengendalikan operasi SAR, mengatakan pihaknya mengerahkan heli Mabes Polri dari Palangkaraya dan heli BNPB. Kedua heli bermarkas di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru.

“Selasa pukul 07.50 Wita, tim udara bergerak menuju lokasi dan langsung melaksanakan pencarian di set area yang sudah kami buatkan,” terangnya.

Setelah heli Mabes Polri, heli BNPB melanjutkan pencarian. “Kenapa bergantian? Kami mempertimbangkan keselamatan. Sangat berisiko melaksanakan pencarian di area yang sama dengan menggunakan dua helikopter,” kata dia.

Sementara Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universita Lambung Mangkurat (ULM) juga ikut mencari helikopter BK 117-03 yang hilang kontak di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu, Senin (1/9) pukul 08.54 Wita 

Sekitar 20 anggota Mapala ULM serta relawan juga telah berada di lokasi untuk turut mencari. Mereka tiba setelah berangkat dari Banjarbaru dengan menggunakan empat mobil pada Senin malam.

“Kawan- kawan Mapala sudah sampai di basecamp. Senin pagi baru mulai pencarian,” kata Ketua Mapala Sylva Fakultas Kehutanan ULM Abdul Rohman Agung.

Dia belum mendapatkan kabar terbaru karena tidak dapat menghubungi anggota di lapangan karena kendala jaringan di hutan.

Tim SAR gabungan dari Banjarmasin, TNI, Polri, relawan dan masyarakat melakukan pencarian baik melalui jalur darat maupun udara. Ini untuk menyelamatkan pilot Haryanto, teknisi Hendra, penumpang Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito dan Iboy Irfan Rosa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved