Kriminalitas Tapin

Kasus Pembunuhan di Desa Binderang Tapin, Korban Sempat Bertahan Dua Jam dalam Sumur

Korban pembunuhan di Desa Binderang Tapin sempat bertahan dua jam sebelum dievakuasi ke rumah sakit.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stan
Konfrensi Pers Kasus Pembunuhan Di Desa Binderang, Tapin, pada, Senin, (05_09_2022) kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pelaku Pembunuhan di Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin kini sedang dalam proses pemahaman di Mapolres Tapin.

Dalam konferensi pers, Senin, (05/09/2022) di Mapolres Tapin, Kasatreskrim, AKP Haris Wicaksono mengatakan usai dibacok, korban lari dan menceburkan diri ke dalam sumur.

"Korban menceburkan diri ke dalam sumur untuk menyelamatkan diri. Dan dapat bertahan selama kurang lebih dua jam," jelasnya.

AKP Haris mengatakan saat dievakuasi dari dalam sumur, korban masih hidup kemudian langsung dibawa ke RSUD Datu Sanggul.

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel, Pemuda di Tapin Tewas Setelah Adu Jotos Gegara Masalah Alamat

Baca juga: Pembunuhan di Desa Binderang Tapin Kalsel, Pelaku Kesal Kepala Dipukul Pisau

"Korban masih bertahan selama kurang lebih dua jam di dalam sumur dalam keadaan kritis usai dibacok sebanyak delapan kali," lanjutnya.

Haris mengatakan korban yang diketahui berinisial R (27) merupakan warga Sungai Raya, Kandangan, dan pelaku berinisial A (21) bertempat tinggal tidak jauh dari Kecamatan Lokpaikat.

"Terkait peristiwa ini, saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak seenaknya menggunakan benda-benda tajam dan tidak main hakim sendiri," tegasnya.

Ia mengatakan untuk kasus penganiayaan hingga pembunuhan, pihaknya berkomitmen akan terus mengejar para pelaku kemana pun bersembunyi.

Baca juga: BREAKING NEWS, Bayi Lelaki Ditemukan di Warung di Desa Simpang Tiga Kabupaten Banjar

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Tanaman Ramah Lingkungan, Tim PDWA ULM Kenalkan Konsep Ecofarming

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pembunuhan terjadi dikarenakan tersangka A (21) emosi disebabkan korban melakukan pemukulan di kepala tersangka berulang kali menggunakan gagang sajam.

Hal ini dikarenakan korban merasa tersangka menipu dirinya pada saat menunjukkan alamat yang ingin dicari.

Atas tindakannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 Tahun.

( Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved