Ekonomi dan Bisnis

Harga Beras Melonjak, Kepala Disdag Kalsel Sebut Bukan Imbas Kenaikan BBM Bersubsidi

Disdag Kalsel memastikan lonjakan harga beras yang terjadi di Banjarmasin bukan karena kenaikan harga BBM Bersubsidi. Namun, karena gagal panen

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
Pedagang sembako yang menjual beras di Kawasan Cemara Ujung, Banjarmasin Utara, Senin (12/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terjadi lonjakan harga beras di Banjarmasin Provinsi Kalsel.  Namun, Dinas Perdagangan (DIsdag) Kalsel memastikan lonjakan harga beras bukan karena kenaikan BBM Bersubsidi.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Birhasani menyebut kenaikan harga beras disebabkan oleh petani yang gagal panen. Pasalnya, banyak padi yang mati akibat diserang hama tungro.

“Kenaikan harga beras sudah terjadi beberapa hari sebelum pemerintah menetapkan kenaikan tarif BBM bersubsidi,” kata Birhasani, Senin (12/9/2022).

Data Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalsel, periode Oktober-Maret 2022, mencarat seluas 3.124,5 hektare padi kerdil akibat terserang tungro.

Baca juga: Harga Beras di Banjarmasin Mengalami Kenaikan Signifikan, Banyak Padi Rusak

Baca juga: Meski Tak Signifikan, Pedagang di Batola Akui Kenaikan Harga Beras

Tertinggi di daerah Kabupaten Barito Kuala (Batola) dengan luas 1.577,4 hektare.

Selanjutnya, Kabupaten Tanah Laut seluas 915,1 hektare, Kabupaten Banjar seluas 565,6 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 21,7 hektare, Kabupaten Tapin 19,4 hektare.

Kemudian lahan pertanian di Kota Banjarmasin 19 hektare, Kota Banjarbaru 5,1 hektare, Kabupaten Tanah Bumbu 1 hektare, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah 0,1 hektare.

Baca juga: Terserang Tungro, Harga Beras Premium Lokal Kalsel Naik hingga Rp 14 Ribu Per Liter

Kendati demikian, Birhasani memastikan kenaikan harga beras tak begitu tajam. Angkanya hanya di kisaran Rp500 hingga Rp1.000 per liter.

Di samping itu, dia juga menyebut persediaan beras masih tetap aman. Meski pasokannya harus berkurang.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved