Yayasan Adaro Bangun Negeri

Adaro Wujudkan Pesantrenpreneur di Kalsel Lewat PASS

PT Adaro Indonesia bikin Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) agar santri punya jiwa entrepreneur dan jadi pemimpin mementingkan kemaslahatan umat.

Tayang:
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Program B-Talk bersama CSR Division Head Adaro Energy Indonesia, Okty Damayanti (kerudung putih), Penasihat BPUP Ponpes Miftahul Ulum yang juga Kepala Desa Bangkiling, Abdul Gafur (sasirangan merah), serta Ketua Program Adaro Santri Sejahtera, Sam Guntur, berbincang mengenai Program Adaro Santri Sejahtera (PASS), Jumat (16/9/2022). 

Pak Guntur: Di tahap awal program ini berjalan, kami telah melakukan survei terhadap karakteristik santri, potensi pesantren, serta melakukan pembinaan di internal Adaro. Dari sanalah terwujud adanya usaha perikanan, perkebunan, pertanian hingga budidaya madu kelulut. Dalam perjalanannya pula, kami tidak hanya pada wilayah pemberdayaan masyarakat, namun bisa membangun pesantrenpreneur dengan menjalankan program kewirausahaan. Untuk lebih baik lagi kami juga menerapkan teknologi dan pemasaran pada unit usaha ini. Termasuk menggandeng ULM di tahun 2020 sebagai mitra kerja dalam upaya memajukan pondok pesantren.

Bidang apa saja yang dibina dalam program PASS ini?

Pak Guntur: Untuk tahun 2022 ini ada tiga sektor utama yang kami bina. Pertama Badan Pengelola Usaha Pesantren (BPUP). Hal ini kami nilai penting karena usaha tanpa badan usaha itu akan timpang dan hanya akan berjalan satu siklus. Sehingga perlu adanya badan sebagai penguat. Terkait ini, di pesantren sendiri masih terbilang kurang mengenali organisasi dan administrasi sehingga perlu ditekankan dalam hal kelembagaan itu. Kedua, unit usaha. Untuk peternakan ada ternak kambing, ayam petelur dan madu kelulut. Pada sektor perikanan ada budidaya nila kolam bundar dan patin. Untuk pertanian ada jagung pakan dan sayur mayur. Ketiga yakni sektor vokasi, yakni melibatkan masyarakat dalam pengembangan ekonomi sekitar pondok pesantren. Dengan ini, kami harap Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang saat ini dibina bisa menjadi learning center atau pesantrenpreneur percontohan pertama di Kalimantan Selatan.

Bagaimana kondisi ponpes Miftahul Ulum setelah program PASS masuk?

Pak Gafur: Di ponpes kami sebelum program PASS masuk, kondisinya tidak seperti sekarang. Sebagai ponpes yang jauh dari perkotaan, ada banyak kekurangan kami, mulai dari sikap dan kepedulian terhadap kebersihan. Tapi alhamdulillah, setelah Adaro masuk, jauh sekali berubah. Dari yang asalnya kotor tempatnya, kini menjadi bersih. Kami juga belajar soal usaha yang bisa digarap agar ponpes tambah maju dan dikenal. 

Saat ini usaha apa yang dikembangkan dan bagaimana pembinaan dari Adaro?

Pak Gafur: Jadi saat ini, ponpes kami fokus pada tiga usaha. Ada kolam patin, lebah madu kelulut dan budaya telur burung puyuh. Kami banyak belajar, dan saat ini kami menjadi percontohan. Berkat keberhasilan panen pertama dan kedua perikanan, masyarakat di Bangkiling Raya, Hapalah dan Bangkiling, juga banyak yang tertarik belajar ke ponpes kami. 

Harapan untuk program PASS ini?

Pak Gafur: Harapannya, program PASS ini jangan berakhir dulu, karena banyak yang masih ingin kami pelajari dan gali. Jadi kami sangat berharap PT Adaro melalui program PASS bisa tetap membantu untuk mewujudkan pesantren mandiri, ustadz berdaya, santri sejahtera seperti tujuan yang ingin kami capai juga. 

(Banjarmasinpost.co.id/Tabri)

Simak juga videonya di bawah ini

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved