Yayasan Adaro Bangun Negeri
Adaro Wujudkan Pesantrenpreneur di Kalsel Lewat PASS
PT Adaro Indonesia bikin Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) agar santri punya jiwa entrepreneur dan jadi pemimpin mementingkan kemaslahatan umat.
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PT Adaro Indonesia sadar tempatnya berusaha, yakni Kalimantan Selatan, memiliki banyak pondok pesantren (ponpes) dan santri.
Perusahaan pertambangan batu bara ini pun membikin Program Adaro Santri Sejahtera atau PASS, dengan tagline Pesantren Mandiri, Ustadz Berdaya, Santri Sejahtera.
Harapannya, santri memiliki jiwa entrepreneur dan bisa menjadi pemimpin yang mementingkan kemaslahatan umat.
Menarik untuk mengetahui lebih jauh program yang digagas PT Adaro tersebut.
Berikut ini beberapa petikan wawancara jurnalis Banjarmasin Post, Anjar Wulandari, dalam program B-Talk bersama CSR Division Head Adaro Energy Indonesia Okty Damayanti, Penasihat BPUP Ponpes Miftahul Ulum yang juga Kepala Desa Bangkiling, Abdul Gafur, serta Ketua Program Adaro Santri Sejahtera, Sam Guntur, Jumat, 16 September 2022, pukul 10.00 Wita.
Acara ini ditayangkan di akun Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online. Wawancara juga ditampilkan di koran Banjarmasin Post dan Banjarmasinpost.co.id.
Baca juga: Adaro Bekali PKMD Mahasiswa Poltaka Melalui Program Praktisi Mengajar
Baca juga: Adaro Komitmen Semai Benih Literasi di Hari Aksara Internasional 2022
Apa itu Program Adaro Santri Sejahtera dan tujuannya?
Bu Okty: Adaro Santri Sejahtera adalah program yang bertujuan untuk membuat pesantren memiliki unit usaha, guna menyejahterakan pesantren serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi santri. Adaro sendiri secara strategis melihat program ini berdampak luas. Bahkan tidak hanya di daerah/kabupaten Adaro beroperasi namun mencakup se-Kalsel. Program ini telah diinisiasi sejak 2018, yakni pemetaan. Kemudian pada 2019 mulai fokus perencanaan dan implementasi program.
Seberapa besar potensi dari Pondok Pesantren sehingga menjadi perhatian Adaro?
Bu Okty: Kalimantan Selatan sendiri merupakan daerah yang banyak terdapat pesantren, bahkan ada sekitar 300 pondok pesantren, sekitar 100.000 santri dan hampir 5.000 ustadz dan ustadzah. Jadi kalau dilihat secara potensi ini sangat besar. Sehingga apa saja yang bisa kita kembangkan melihat potensi ini. Kami berharap, mereka tidak hanya kuat di ilmu agama, namun juga berjiwa sosialpreneur. Mereka mampu membuka unit usaha yang nantinya turut menyejahterakan ponpesnya. Kesempatan ini juga bisa dimanfaatkan bagi santri untuk belajar berwirausaha agar setelah terjun ke masyarakat memiliki bekal berbisnis atau memulai usaha.
Apa alasan mendasar Adaro ingin membina pesantren melalui PASS ini?
Bu Okty: Di sekitar Adaro beroperasi itu ada banyak pesantren, selain itu Adaro juga memiliki filosofi bahwa kami ingin menjadi tetangga yang baik bagi masyarakat sekitar. Keberadaan pesantren di sekitar ini adalah sahabat dan tetangga kami, Ketika mereka maju dan sejahtera tentu kami juga mendapatkan keberkahannya. Jadi tidak muluk, tujuan kami adalah bagaimana Adaro dan tetangga hidup sejahtera. Sebagaimana diketahui tahap awal ini ada lima pesantren yang ada di sekitar Adaro yang telah dibina.
Apakah ada kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program PASS ini?
Bu Okty: Memang dalam tahapan awal perlu pendekatan, karena dunia pesantren kental dengan ilmu agama, sehingga mengenai wirausaha ini merupakan hal yang baru. Maka dari itu perlu menyamakan persepsi dan tujuan sehingga semuanya bisa berjalan bersama-sama. Selain itu, program ini juga sejalan dengan yang digaungkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu, bahwa pesantren bisa lebih maju dengan menerapkan one pesantren one produk.
Bagaimana program ini berjalan agar sesuai dengan tujuannya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/B-Talk-CSR-Division-Head-Adaro-Energy-Indonesia-Okty-Damayanti-Adaro-Santri-Sejahtera-PASS.jpg)