Berita Tabalong

Hotspot Masih Muncul di Tabalong, Bulan Ini Ada Tiga Titik Karhula Terpantau di Area Hutan

Memasuki pertengahan bulan September ini  di Kabupaten ada terdapat tiga hotspot yang merupakan berasal dari Karhutla

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
KPH Tabalong untuk BPost
Petugas dari KPH Tabalong saat lakukan pengecekan ke lapangan menindaklanjuti hotspot yang terpantau satelit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Memasuki pertengahan bulan September ini  di Kabupaten ada terdapat tiga hotspot yang merupakan berasal dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Masing-masing dua titik di kawasan Hutan Produksi (HP) dan satu titik berada area Hutan Lindung (HL).

Berdasarkan data dari KPH Tabalong, dari awal hingga pertengajan September ini ada terbaca 5 titik hostpot, terdiri dari dua bukan karhutla dan 3 yang kejadian karhutla.

Yang bukan karhutla karena pembiasan di pabrik semen Desa Saradang, Kecamatan Haruai. Sedangkan karhutla ada di HP Desa Salikung, HP Desa Sungai Kumap dan HL Sungai Kumap.

Sementara kumulatif dari Januari hingga sekitar 16 September 20022, hotspot di Tabalong berdasarkan fungsi kawasan hutan totalnya ada 17 titik.

Baca juga: Karhutla Kalsel, Kobaran Api pada Area di Atas Air Gegerkan Warga Gambut Kabupaten Banjar

Baca juga: Karhutla di Batala, BPDB Sebut Terbanyak Titik Api Masih di Kecamatan Kuripan

Terdiri dari di Areal Penggunaan Lainnya (APL) ada 8 titik antara lain di Desa Barimbun kecamatan Tanta, di Desa Solan kecamatan Jaro, Desa Hayup kecamatan Muara Uya, Desa Kapar kecamatan Murung Pudak, Desa Palapi kecamatan Muara Uya, Desa Wirang, Desa Suriyan kecamatan Haruai dan di Desa Kaong kecamatan Upau.

Di kawasan HP ada 7 titik hotspot, di Desa Uwie kecamatan Muara Uya, Desa Bilas kecamatan Upau, Desa Solan kecamatan Jaro, Desa Pangelak kecamatan Upau, Desa Sungai Kumap kecamatan Muara Uya serta dua titik di Desa Salikung kecamatan Muara Uya.

Selanjutnya, di kawasan HL ada 2 titik hotspot masing-masing di Desa Dambung Raya kecamatan Bintang Ara dan di desa Sungai Kumap kecamatan Muara Uya. 

Kejadian yang ditemukan setelah dilakukan pengecekan ke lapangan merupakan kebakaran terkendali yang diduga karena pembukaan lahan untuk berkebun.

Kasi Perlindungan Hutan (Linhut) KPH Tabalong, Aris Setiawan, yang dihubungi, Minggu (18/9/2022),  hingga pertengahan bulan ini membenarkan masih ada hotspot yang terpantau.

Menurutnya, walaupun dalam beberapa hari ini sering turun hujan, pihaknya tetap waspada terhadap munculnya karhutla.

“Walaupun ada hujan kita harus tetap waspada terhadap bahaya Karhutla," ucapnya.

Baca juga: Pemkab HSS Gelar Apel Siaga Karhutla, Titik Api Muncul di Daha dan Loksado

Untuk itulah posko karhutla yang ada di KPH Tabalong tetap diaktifkan dan tindaklanjut cepat berupa ground cek ke lokasi kejadian dan pendataan juga terus dilakukan.

" Posko karhutla di KPH Tabalong masih aktif, sesuai arahan dari Dishut Provinsi Kalsel untuk posko dimulai dari bulan Juli hingga akhir Oktober 2022," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved