Kriminalitas Tabalong

Tawarkan Take Over Kredit Mobil, Pria di Tabalong Tipu Korban Puluhan Juta

Warga Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, diamankan Satreskrim Polres Tabalong di kediamannya karena kasus penipuan.

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Humas Polres Tabalong
Dilaporkan lakukan penipuan, pelaku CP alias Gumpal (45), kini harus hadapi proses hukum di Polres Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Dilaporkan telah lakukan penipuan yang sebabkan korban alami kerugian puluhan juta, pelaku CP alias Gumpal (45), kini harus hadapi proses hukum di Polres Tabalong.

Pria yang merupakan warga Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), diamankan Satreskrim Polres Tabalong di kediamannya.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, melalui, PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong, Aipda Irawan Yudha Pratama, Senin (19/9/2022), membenarkan pihaknya berhasil mengungkap dugaan penipuan dengan pelaku CP alias Gumpal.

“Satreskrim Polres Tabalong di bawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu Galih Putra Wiratama, telah mengamankan CP di kediamannya di Desa Warukin, Kecamatan Tanta,Tabalong pada Kamis (15/9/2022) malam,“ katanya.

Baca juga: Digerebek Polisi di Rumah, Pasutri di Tabalong Kalsel Ini Kedapatan Simpan Pil & Sisa Sabu di Pipet

Baca juga: Diduga Dua Kali Setubuhi Pacar, Pemuda di Tabalong Dibekuk Polisi saat di Rumah

Menurut Yudha, dugaan penipuan yang dilakukan pelaku CP alias Gumpal ini dengan modus take over kredit mobil yang sebabkan korban YY, warga Banjarmasin, alami kerugian hingga Rp 85 juta

Bermula, Jumat (10/6/2022) siang, anak dan istri dari pelapor YY bertemu dengan pelaku CP di sebuah cafe di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) untuk membicarakan perihal take over kredit sebuah mobil double cabin warna putih.

Dalam pertemuan itu, dengan iming-iming keuntungan yang besar akhirnya istri dan anak YY menyepakati take over kredit tersebut senilai Rp 85 juta.

Sebagai tanda jadi take over kredit mobil itu, kepada pelaku juga telah diserahkan uang muka sebesar Rp 35 juta.

Selanjutnya, Senin (13/6/2022) pagi, kedua belah pihak, YY dan CP, bertemu di sebuah kantor notaris di kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong untuk mengurus surat-surat terkait kepemilikan take over kredit.

“Juga dilanjutkan dengan pembayaran sisa sebesar Rp 50 juta," jelas Yudha.

Pada waktu itu pelaku CP juga mengatakan mobil yang akan ditake over merupakan milik perusahaannya sendiri.

Korban YY yang merasa curiga dan mencoba mencari tahu ke perusahaan pembiayaan kredit dan menemui pemilik mobil tersebut.

Baca juga: Tewas Kecelakaan di Banua Anyar Kabupaten Banjar Kalsel, Pria Ini Ternyata Warga Tapin

Baca juga: Seratus Lebih Pelajar Antusias Punguti Sampah, Pesisir Pantai di Tanahlaut Ini Langsung Bersih

Ternyata pemilik mobil mengakui tidak pernah ada menyuruh mengalihkan kredit dan tidak pernah menerima uang dari pelaku CP.

Menyasari dirinya telah tertipu, korban kemudian langsung mendatangi pelaku CP untuk meminta pertanggungjawaban.

Pelaku CP ketika itu mengakui kesalahannya dan meminta tempo untuk bisa mengembalikan uang korban senilai Rp 85 juta yang telah diterima sebelumnya.

Namun hingga akhir batas waktu yang telah disepakati, pelaku CP belum juga mengembalikan uang tersebut dan setiap kali dihubungi melalui telepon tidak pernah direspon pelaku.

Akhirnya, korban yang merasa keberatan telah ditipu sebesar Rp 85 juta melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.

Petugas yang mendapat laporan kemudian menindaklanjuti dan mengamankan pelaku di kediamannya.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved