Religi

Metode Menghafal Alquran Secara Cepat, Ustadz Adi Hidayat Imbau Utamakan Proses

Penceramah Ustadz Adi Hidayat membagikan metode cara cepat menghafal Alquran.Ustadz Adi Hidayat juga mengungkapkan trik dan kiat-kiat.

Tayang:
Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
freepik.com
Ilustrasi --Kitab Al Quran. Ustadz Adi Hidayat memberikan trik dan tips agar mudah menghafal Alquran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Ustadz Adi Hidayat membagikan metode cara cepat menghafal Alquran.

Kebanyakan menghafal Alquran dilakukan secara perlahan, Ustadz Adi Hidayat mengimbau agar mengutamakan prosesnya.

Ustadz Adi Hidayat juga mengungkapkan trik dan kiat-kiat agar tidak mudah lupa dalam menghafal Alquran.

Meski demikian, dituturkan pendakwah yang disapa UAH sifat lupa tidak selalu mengacu pada perbuatan tercela.

Sebagaimana diketahui Alquran adalah kitab suci umat Islam yang berisi hukum, perintah, dan pedoman hidup bagi kaum muslimin.

Alquran terbagi 114 surah dalam 30 juz, dimulai Surah Al-Fatihah dan diakhiri Surah An-Nas.

Baca juga: Aset Amal Jariyah dalam Rumah Tangga, Berikut Penjabaran Ustadz Khalid Basalamah

Baca juga: Hukum Menikah di Bulan Maulid Nabi, Buya Yahya Beri Penjelasan

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan sifat hafal dan lupa adalah fitrah kehidupan. Sifat lupa sendiri terbagi dua, ada lupa yang sifatnya anugerah.

"Untuk meringankan beban kehidupan kita, atau dalam konteks ibadah tertentu bahkan untuk menambah pahala, ini sifatnya disyukuri," jelas Ustadz Adi Hidayat dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Ada bagian tertentu dalam kehidupan yang dilupakan seseorang agar tidak menjadi bebab pikiran, dan ini adalah anugerah dari Allah yang patut disyukuri.

Berikutnya lupa yang diakibatkan karena perbuatan maksiat, berdampak pada jauhnya hubungan seorang hamba dengan Allah dan melupakan nilai-nilai kebaikan.

Misalnya orang yang bermaksiat akan lupa waktu shalat dan mengaji Alquran, sehingga jadi jauh hubungannya dengan Allah SWT.

Ada kondisi tertentu, seseorang tidak bermaksiat ikhtirnya banyak bahkan shalat Tahajud dan puasa sunnah, namun orang ini susah untuk menghafal Alquran yang sudah menjadi qadarullah atau takdir Allah SWT.

"Tidak secepat menghafalnya orang lain, misal orang lain 10 menit sudah hafal satu halaman, sedangkan orang ini satu jam belum hafal, pindah halaman sudah lupa sebelumnya, hikmahnya adalah untuk memberikan tambahan pahala kepadanya dengan mengulang hafalan yang telah diusahakan," paparnya.

Sehingga yang terpenting adalah bukan berapa banyak hafalan yang dikumpulkan, berapa banyak juz yang telah dihafalkan, tapi berapa banyak ikhtiar kita menghadirkan Alquran hadir dalam jiwa kita berdasarkan kemampuan usaha.

Jadi yang dinilai Allah adalah ikhtiarnya bukan berapa juz yang telah dihafalkan. Secara sederhana umumnya, setiap hafalan tidak hanya dilakukan dalam satu kali membaca, namun seringkali diulang-ulang agar tertanam kuat diingatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved