Berita Banjarmasin

Operasi Zebra Intan Polda Kalsel Dimulai, Pengemudi Dibawah Pengaruh Alkohol Jadi Sasaran

Total 598 anggota Polda Kalsel dan polres jajaran diturunkan dalam Operasi Zebra Intah mulai Senin (3/10/2022) sampai Minggu (10/9) dan ada 7 sasaran.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
HUMAS POLDA KALSEL
Gelar pasukan Operasi Zebra Intan Tahun di Halaman Polda Kalimantan Selatan, Senin (3/10/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dimulainya Operasi Zebra Intan Tahun 2022 ditandai dengan apel gelar pasukan di Halaman Mako Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni di Jalan S Parman, Kota Banjarmasin, Senin (3/10/2022).

Personel Polda Kalsel tak cuma dari Direktorat Lalu Lintas tapu juga dari sejumlah satuan lainnya seperti Direktorat Samapta, Reserse Kriminal Umum, Polairud, Satbrimob dan yang lainnya juga turut dikerahkan. 

Selain itu, personel dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP hingga Jasa Raharja juga dilibatkan dalam operasi yang berlangsung hingga Minggu (10/9). 

Kepada para personel yang terlibat dalam operasi kewilayahan ini, Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Maesa Soegriwo, melalui Wakil Direktur, AKBP Dedi Eka Jaya, menyampaikan, ada tujuh sasaran operasi, yaitu

Baca juga: Identitas Mayat di Handil Bakti Batola Diketahui, Diduga Epilepsi Kambuh

Baca juga: Pemuda di Tapin Akhiri Hidup, Keluarga Tolak Jasadnya Diautopsi dan Ikhlaskan Kepergiannya

Baca juga: Reaksi Liverpool & Man United Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Barcelona Juga Berempati

1. Pengendara kendaraan bermotor (ranmor) yang menggunakan ponsel saat berkendar
2. Pengendara ranmor yang masih di bawah umu
3. Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari dari penumpang
4. Pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm atau pengendara roda empat atau lebih tidak mengenakan sabuk pengaman
5. Pengendara ranmor yang berkendara di bawah pengaruh alkohol
6. Pengendara ranmor yang melawan arus
7. Pengendara yang melebihi batas kecepatan.

"Cara bertindak kita adalah preemtif dan preventif, tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan gakkum lantas stasioner (razia)," kata AKBP Dedi. 

Teguran simpatik dan humanis menjadi cara bertindak yang dikedepankan. 

Hal-hal tersebut menurut AKBP Dedi menjadi penekanan karena mempertimbangkan upaya-upaya yang tengah dilakukan pemerintah dalam perbaikan perekonomian nasional di masa menuju pasca pandemi. 

Sasaran utama operasi kewilayahan ini adalah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memastikan kelancaran transportasi khususnya di jalan raya tetap terjaga. 

Baca juga: Anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Bekuk Pasutri Edarkan Sabu Hampir 5 Kg

Baca juga: Pengeroyokan di Pub Hotel Frienship Batulicin Tanbu Kalsel, Satu Pelaku Diamankan Polisi

Baca juga: NEWSVIDEO Imbas Ricuh di Kanjuruhan Berdampak Laga di Stadion Demang Lehman Martapura

"Moda transportasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tercapainya perkembangan perekonomian, sehingga harus di manage dengan baik," beber AKBP Dedi. 

Total sebanyak 598 orang anggota Polda Kalsel dan polres jajaran diturunkan selama dua pekan operasi ini. 

( Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved