Religi

Bolehkah Memakai Parfum Beralkohol? Buya Yahya Jelaskan Bisa Sebabkan Ibadah Menjadi Tidak Sah

Pendakwah Buya Yahya menguraikan soal memakai parfum beralkohol bagi kaum muslimin.Lalu bagaimana hukumnya menggunakan parfum beralkohol dalam Islam?

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
(shutterstock)
Ilustrasi memakai parfum pada tubuh. Buya Yahya mengingatkan penggunaan parfum beralkohol. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Buya Yahya menguraikan soal memakai parfum beralkohol bagi kaum muslimin.

Diterangkan Buya Yahya, sesuai pendapat Mazhab Imam Syafii alkohol termasuk dalam jenis-jenis najis.

Selain itu, Buya Yahya menyebut tak hanya alkohol namun semua cairan yang memabukkan lainnya, ia pun mengingatkan agar waspada kepada umat Islam bisa jadi membuat shalat tidak sah.

Parfum atau minyak wangi berfungsi memberikan aroma harum pada tubuh dan pakaian. Berdasarkan kandungannya, ada yang mengandung alkohol dan tidak.

Baca juga: Penyakit Autoimun Lenyap Diserap Daun Salam, dr Zaidul Akbar Ingatkan Pula Penderita Diabetes

Baca juga: Daftar Link Twibbon Hari Muktamar Muhammadiyah 2022, Berikut Cara Pasangnya di Media Sosial

Parfum beralkohol yang disemprotkan ke badan atau baju biasanya lebih tahan lama dan lebih wangi. Bisa jadi alasan ini yang membuat sebagian orang memakai parfum tersebut.

Lalu bagaimana hukumnya menggunakan parfum beralkohol dalam Islam?

Buya Yahya menjelaskan alkohol termasuk ke dalam tujuh barang atau benda yang najis dalam mazhab Imam Syafii. Yang disebut najis adalah semua cairan yang memabukkan disini termasuk alkohol.

Diuraikannya, alkohol dari sari pati khamr ini haram diminum sekaligus najis, dan najis khamr jika mengenai pakaian dan digunakan untuk shalat, maka pakaian itu yang membuat tidak sah karena sudah terkena najis.

"Begitupun jika digunakan di tempat-tempat tertentu, sajadah atau tempat salat maka menjadikan salat tidak sah, begitupun saat kena badan, maka akan menjadi tidak sah shalatnya," terang Buya Yahya dikutip dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Sebagaimana diketahui, syarat sahnya shalat harus terbebas dari najis, baik dalam badan, pakaian, tempat, dan lainnya.

Tapi, Anda juga perlu memahami, kata Buya, alkohol yang biasa dikonsumsi karena itu ruhnya khamr maka hukumnya najis dan itu menurut empat mazhab.

Perlu diketahui bagi pemakainya, Alkohol yang ada di dalam minyak wangi itu sama dengan jenis alkohol yang biasa di konsumsi untuk minuman keras.

Alkohol yang biasa digunakan dalam parfum itu jika ternyata bukan alkohol yang bisa diminum, ada jenis yang lain, begitupun dengan alkohol yang biasa digunakan untuk kosmetik.

Baca juga: Hukum Minum Menggunakan Tangan Kiri, Buya Yahya Jelaskan Tuntunan Nabi Muhammad SAW

"Jika alkohol yang biasa digunakan minyak wangi itu sama sekali tidak dikonsumsi, maka kasusnya alkohol yang biasa digunakan dalam minyak wangi bisa disamakan dengan hukum spirtus, minyak tanah, haram diminum tapi bersentuhan dengan pakaian tidak menjadi najis," kata Buya Yahya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved