Gempa di Cianjur
Kisah Tim SAR Tertua dari Yogyakarta di Gempa Cianjur, Jiwa Terpanggil Bantu Cari Para Korban
Inilah kisah anggota Tim SAR tertua yang turut membantu evakuasi korban Gempa Cianjur Jawa Barat. Ia adalah Supriyanta dan berasal dari Yogyakarta
"Saya berangkat dari nilai kemanusiaan karena nilai kemanusiaan itu dipresentasi kalau orang sekarang itu hanya 40-50 persen. Saya sebagai orang yang punya empati terhadap kemanusiaan saya terjun ke dunia SAR karena SAR itu memang langsung ke titik pencarian dan pertolongan," ungkap dia.
Beruntungnya, niat Supriyanta membantu korban bencana didukung oleh sang istri tercinta.
Karena itu, keputusannya turun langsung menjadi relawan bencana alam diharapkan bisa menginspirasi generasi muda.
Pernyataanya itu pun tidak hanya pepesan kosong.
Menurut Supriyanta, nilai kemanusiaan tersebut kini telah diturunkan kepada salah satu anaknya yang kini juga terjun menjadi relawan gempa di Cianjur.
"Saya ada dorongan dari istri untuk selalu berbagi sekecil apapun, insya Allah nanti saya tidak tau kapan berhenti menjadi relawan SAR, yang penting saya menginspirasi kepada adik-adik dan anak-anak kita untuk bisa menunjukkan bahwa kita meskipun kita tidak punya materi tapi kita punya tenaga untuk berbagi untuk orang lain," jelasnya.
Supriyanta memahami bahwa dirinya juga kerap dihantui rasa takut dan bahaya yang mengintai selama proses evakuasi korban.
Karenanya, dia selalu memegang teguh standar operasional keselamatan dalam operasi.
"Secara naluri tetap ada rasa takut, ketika kita operasi SAR tentu ada SOP yang harus kita ikuti baik APD, cara kita masuk ke lokasi, cara kita beraktivitas itu tetap ada SOP yang diarahkan oleh Kasi Operasi Basarnas," ungkapnya.
Di sisi lain, Supriyanta ini bukan kali pertama dia terjun dalam kegiatan SAR.
Tercatat, dia pernah mengikuti hampir seluruh operasi kemanusiaan longsor maupun kecelakaan laut di sekitar Pulau Jawa.
"Untuk kegiatan SAR musibah itu pernah di tanah longsor Ponorogo, pernah di tanah longsor Magelang dan beberapa kejadian kecelakaan sungai hampir saya bisa hadir disana. Kecelakaan laut saya disana," tukasnya.
Baca juga: Siap-siap Pendaftaran CPNS 2023 Akan Dibuka, Ini Kata Kementerian PAN-RB
Baca juga: Kala 2.500 Orang Telanjang di Pantai Bondi Australia Terekam Kamera, Ternyata Ini Maksudnya
318 Korban Jiwa
Diberitakan sebelumnya, Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Fajar Setyawan menyampaikan, total korban di hari kelima pasca-gempa yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 318 jiwa meninggal dunia.
"Untuk update sampai dengan hari ini, korban jiwa meninggal dunia jumlah 318 orang. Sedangkan untuk korban hilang ataupun masih status pencarian, 14 jiwa," kata Mayjen TNI Fajar saat konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Sabtu (26/11/2022).