Berita Batola

Hasil Panen Padi Tak Maksimal, DPRD Batola Minta Sektor Pertanian Jadi Perhatian

Basuki, Ketua Komisi I DPRD Batola mengatakan, di tahun lalu para petani mengalami kendala tidak maksimal dan meminta ini jadi perhatian

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Warga membersihkan gabah kering dengan menggunakan alat tradisional gumbaan di Desa antar Jaya, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (12/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Hasil panen petani padi yang kurang maksimal di Barito Kuala (Batola) belakangan ini turut jadi perhatian anggota DPRD setempat. 

Hal ini terungkap saat Rapat Paripurna DPRD Batola yang berlangsung Senin (28/11/2022). 

Basuki, Ketua Komisi I DPRD Batola mengatakan, di tahun lalu para petani mengalami kendala tidak maksimal dalam hasil pertanian padi dikarenakan hama. 

Kondisi ini sangat dikeluhkan dan petani berharap banyak kepada pemerintah untuk kembali mengupayakan agar pertanian bisa tumbuh maksimal.

Baca juga: Stok Minim, Petani di Kabupaten Barito Kuala Akui Harga Padi Lokal Kian Melejit

Baca juga: Temukan Ribuan Hektare Padi di Kalsel Gagal Panen, Ombudsman Advokasi Petani di Kalsel 

"Karena kita ketahui, masyarakat di Batola banyak yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian ini," ungkap Basuki. 

Ia menambahkan, di 2022 ini mungkin ada sekitar 75 persen tiap lahan yang ditanam mengalami pengurangan dalam hasil panen. 

"Jadi dalam dalam forum ini saya sampaikan supaya ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Terutama dalam penganggaran," ujarnya. 

Sementara itu, merespons keluhan masyarakat petani ini, Pj Barito Kuala, Mujiyat tidak menampiknya. 

Baca juga: Lahan Rawa Tak Kunjung Surut , Luasan Lahan Tanam Padi Tahun 2022 di HSU Berkurang 12 Ribu Hektare

"Kita sudah siapkan langkah, pertama tidak mengurangi anggaran di Dinas Pertanian. Kita sudah komitmen bersama Sekda untuk konsentrasi menangani pertanian," beber Mujiyat. 

Di samping itu, jika terjadi nasib buruk maka Dinas Pertanian juga harus mengambil langkah strategis, guna menjembatani. Sehingga kerugian yang dialami petani tidak terlalu banyak. 

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved