Kriminalitas Tanahlaut

Bawa Sajam dan Takuti-takuti Warga, Pemuda di Tanahlaut Ini Tak Berkutik Ditangkap Polisi

ME ditangkap personel Polsek Pelaihari di dekat rumah warga Sungairiam di lingkungan RT 3 karena telah meresahkan warga setempat.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
POLSEK PELAIHARI
ME (kaus hitam) ditangkap personel Polsek Pelaihari karena membawa sajam dan mengancam warga, Senin (28_11) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Akhirnya terkena batunya.

Beginilah hal yang dialami ME. Pemuda 26 tahun ini berurusan dengan polisi akibat ulahnya.

Informasi diperoleh banjarmasinpost.co.id, Rabu (30/11/2022), warga RT 3 Desa Sungairiam, Kecamatan Pelaihari, itu bahkan telah dijebloskan ke sel.

Pemuda kelahiran Guntungbesar (Pelaihari) 9 Februari 1996 ini mendekam di sel Mapolsek Pelaihari di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari.

"Senin tanggal 28 November 2022 kemarin tersangka kami amankan, sekitar pukul 15.00 Wita," sebut Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kapolsek Pelaihari Ipda May Felly Manurung.

Baca juga: Pesawat Jatuh di Tanahlaut Saat Cuaca Buruk, Begini Haru Biru Sinopsis Film WLCFBB

Baca juga: Ribuan Guru di Tanahlaut Khidmat Ikuti Upacara HUT Ke-77 PGRI hingga Berdonasi untuk Cianjur

Sore itu ME ditangkap personel Polsek Pelaihari di dekat rumah warga Sungairiam di lingkungan RT 3 karena telah meresahkan warga setempat.

"Tersangka membawa senjata tajam (sajam) sambil mengancam warga sekitar," sebut Felly.

Sebelumnya, personel Polsek Pelaihari melakukan penggeledahan badan ME.

Petugas mendapati sebilah sajam jenis pisau.

"Sajam tersebut diselipkan oleh pelaku di pinggang sebelah kanannya," tandas Felly.

Personelnya juga menanyakan apakah memiliki izin membawa sajam.

Baca juga: Terjangan Angin Kencang Robohkan Pohon dan Tiang Listrik di Banjarmasin dan Banjarbaru

Lantaran tak bisa menunjukkan izin, ME langsung dibawa ke Mapolsek guna menjalani proses hukum.

Sajam tersebut panjangnya 14 sentimeter, lengkap dengan gagang terbuat dari kayu warna agak putih dan tanpa kumpang.

Panjang keseluruhan sekitar 24 sentimeter.

Felly mengatakan perbuatan tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved