Berita Banjarbaru

Kasus DBD Turun, Dinkes Banjarbaru Imbau Masyarakat Tetap Waspadai dan Lakukan 3 Hal Ini

Meski kasus DBD pada November 2022 turun, Dinkes Banjarbaru tetap meminta masyarakat mewaspadai penyakit yang dibawa nyamuk tersebut

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
(Freepik)
Ilustrasi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue, simak gejala DBD yang perlu diwaspdai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pada November 2022 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru mengalami penurunan, bila di bandingkan pada bulan sebelumnya.

Meski demikian masyarakat tetap diimbau untuk tetap siaga, dari penyakit virus yang dibawa oleh nyamuk tersebut. Yakni dengan cara terus menjaga lingkungan sekitar, yang berpotensi bisa menjadi sarang nyamuk.

Dikatakan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Banjarbaru, Erni Syafrida bahwa langkah 3 M plus bisa diterapkan oleh masyarakat untuk mencegah DBD.

3 M plus yang dimaksud adalah Menutup, Menguras, dan mengubur, lalu kemudian menggunakan lotion anti nyamuk.

Baca juga: Kasus DBD di Kota Banjarbaru, Rumah Sakit Idaman Catat Penurunan pada November 2022

Baca juga: Program Terobosan Sapu Aja DBD di Kabupaten Tabalong Tarik Perhatian Tim Kementerian Kesehatan

Selain itu juga ujar Erni menanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk, juga bisa dilakukan oleh masyarakat.

"Demam berdarah itu belum ada obatnya dan penularan adalah melalui vektor. Jadi kami harapkan pengendaliannya dengan melaksanankan pemberantasan sarang nyamuk 3M plus, menutup menguras mengubur plusnya bisa menggunakan lotion," katanya, Rabu (30/11/2022).

Lanjut Erni menjelaskan, pencegahan DBD selain dengan 3 M Plus juga bisa dilakukan dengan cara fogging.

Baca juga: Pasien DBD di RSUD Ulin Dalam Hitungan Jam Meninggal, Ini Penyebabnya

Namun demikian jelas Erni, Fogging hanya dapat membunub nyamuk dewasa, sehingga tetap diperlukan langkah 3 M Plus.

"3 M Plus tetap dilakukan, karena bila sarangnya tidak diberantas maka nyamamuk tetap akan terus berkembang biak," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved