Religi

Makna Jodoh dalam Alquran, Ustadz Abdul Somad Ingatkan Cari yang Baik

Ustadz Abdul Somad terangkan soal makna jodoh dalam Alquran. Simak penjelasan pendakwah yang biasa disapa UAS ini

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
Capture kanal youtube Kun Ma Alloh
Ustadz Abdul Somad . Simak penjelasan Ustadz Abdul Somad soal jodoh 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Abdul Somad menjelaskan makna jodoh dalam Alquran.

Di dalam firman Allah telah digambarkan terkait jodoh, Ustadz Abdul Somad pun jabarkan syarat dua orang yang akan menjadi Jodoh.

Sehingga Ustadz Abdul Somad mengimbau agar tidak keliru menafsirkan penjelasan terkait Jodoh yang ada di Alquran.

Ustadz Abdul Somad diundang untuk membahas sejumlah pertanyaan dari warganet di youtube Daniel Mananta.

Salah satunya mengenai Jodoh, yakni tanggapan Ustadz Abdul Somad mengenai ayat Alquran Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik berlaku sebaliknya.

"Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, lalu orang baca ayat ini dan terjemahannya, dan merasa diri sudah baik mengapa pasangannya tidak kemudian menganggap Alquran tak benar, itulah pentingnya baca tafsir," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Daniel Mananta Network.

Baca juga: Mendekatkan Diri Kepada Allah Tak Mudah, Ustadz Abdul Somad Ingatkan Iman dan Sabar

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul  Bidh Desember 2022, Ustadz Abdul Somad : Bisa Menghapus Dosa-dosa

UAS lanjut menceritakan kronolig turunnya Surah An-Nur ayat 26 tersebut.

Surat An-Nur Ayat 26

ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Al-khabīṡātu lil-khabīṡīna wal-khabīṡụna lil-khabīṡāt, waṭ-ṭayyibātu liṭ-ṭayyibīna waṭ-ṭayyibụna liṭ-ṭayyibāt, ulā`ika mubarra`ụna mimmā yaqụlụn, lahum magfiratuw wa rizqung karīm

Artinya: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

"Ketika Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya pindah dari Mekkah ke Madinah, ada salah seorang sahabat yang ingin menikah dengan wanita tunasusila (WTS), maka turunlah ayat ini, Nabi SAW menasihati kepada sahabatnya yang ingin menikah agar mencari wanita yang baik," paparnya.

Ustadz Abdul Somad menambahkan sebaiknya tidak menikahi wanita demikian yang belum taubat, namun apabila wanita itu bertaubat, memperbaiki imannya, sudah beramal shaleh, semua perbuatan dosanya di masa lalu sudah diganti Allah dengan kasih sayang dan kebaikan.

Jadi kronologis atau tafsir ayat tersebut adalah jika merasa diri baik carilah pasangan yang baik pula, karena akan melahirkan anak-anak yang diharapkan akan baik pula.

"Lalu orang yang tidak baik bagaimana? Orang yang tidak baik diselamatkan dengan dakwah," terang Ustadz Abdul Somad.

Baca juga: Cara Berkah dalam Mencari Nafkah, Ustadz Adi Hidayat Beri Penjelasan

Baca juga: Derajat Diangkat Allah Sebab Amalan Ini, Buya Yahya Imbau Ramaikan Masjid

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved